Minggu, 7 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Balas Serangan, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Iran kembali menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026), targetnya adalah Kuwait dan Bahrain.

Tayang:
HO//khaberni/tangkap layar
IRAN SERANG PANGKALAN AS - Tangkapan layar video yang dirilis militer Iran pada Rabu (18/6/2025) sebelum perang dengan AS. Kini Iran dikabarkan siap-siap untuk perang lagi dengan AS. Iran kembali menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026), targetnya adalah Kuwait dan Bahrain. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan militer AS di wilayah Sirik dan Qeshm.
  • Kuwait dan Bahrain mengaktifkan sistem pertahanan udara, memicu situasi mencekam di kawasan Teluk.
  • AS sebelumnya menjatuhkan drone dan menghantam instalasi radar Iran, dengan alasan menjaga keselamatan navigasi internasional.

TRIBUNKALTIM.CO - Iran kembali melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026), dengan target Kuwait dan Bahrain.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa Iran menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah kedua negara tersebut.

Rudal balistik adalah senjata roket jarak jauh yang meluncur dengan lintasan melengkung dan dapat membawa hulu ledak peledak.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah militer AS menembak jatuh empat drone Iran yang dinilai mengancam lalu lintas maritim regional.

Baca juga: Trump Akui Iran Kuat dan Punya Harga Diri Tinggi Meski Fasilitas Militer Hancur

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Centcom menyebut pihaknya berhasil mencegat beberapa rudal dan drone yang diarahkan menuju Selat Hormuz serta sejumlah negara Teluk.

Iran Klaim Balas Serangan AS

Di sisi lain, Iran mengeklaim serangan tersebut aksi balasan atas tindakan militer Washington sebelumnya di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.

"Menyusul invasi teroris tentara AS yang membunuh anak-anak di Sirik dan Pulau Qeshm, pangkalan-pangkalan musuh di wilayah tersebut dihantam oleh rudal udara," sebut laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, mengutip pernyataan resmi Garda Revolusi Iran (IRGC), dilansir dari Deutsche Welle.

Baca juga: Trump: Negosiasi dengan Iran Bisa Berlangsung Bertahun-tahun

Kuwait dan Bahrain Mencekam

Dampak dari peluncuran rudal ini memicu aktivasi sistem pertahanan di negara-negara tetangga Iran.
Pemerintah Kuwait melaporkan, sistem pertahanan udara mereka langsung bereaksi menghalau drone dan rudal IRGC.

Insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena terjadi hanya beberapa hari setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait, yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.

"Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara mencegat serangan musuh," tulis militer Kuwait melalui akun resmi mereka di X.

Sementara itu, situasi mencekam juga terjadi di Bahrain. Sirene tanda serangan udara terdengar berdengung keras di penjuru negeri pada Sabtu dini hari.

Otoritas setempat langsung meminta masyarakat untuk waspada dan mencari perlindungan.

"Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," ungkap Kementerian Dalam Negeri Bahrain di X.

Baca juga: Israel Serang Lebanon, Iran Tangguhkan Negosiasi dengan AS, Trump Ngotot

AS Jatuhkan Empat Drone Iran

Seperti disebutkan di atas, gempuran Iran terjadi setelah AS menjatuhkan empat drone dari kubu Teheran.
Tak hanya itu, Amerika juga melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah instalasi radar di kawasan pesisir selatan Iran, Jumat (5/6/2026).

Instalasi yang dihantam adalah situs-situs radar pengawas pantai Iran di Kota Goruk dan Pulau Qeshm.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved