Berita Nasional Terkini
Pidato Prabowo Dikritik Pengamat, Jokowi Dinilai Lebih Jago Jaga Perasaan Rakyat
Pengamat politik Pangi Syarwi menilai gaya komunikasi Prabowo berbeda dengan Jokowi dalam merespons rakyat.
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyoroti gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto di tengah munculnya aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerah.
Menurutnya, persoalan yang memicu keresahan publik tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga cara pemimpin membangun hubungan emosional dengan masyarakat.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menilai kemampuan menjaga perasaan rakyat menjadi salah satu faktor penting dalam kepemimpinan.
Ia membandingkan gaya komunikasi Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dinilai lebih mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.
Baca juga: Isu Pergantian Menkeu Purbaya, Pengamat Nilai Upaya Diskreditkan Kebijakan Prabowo
Melainkan, kegagalan Prabowo maupun pemerintah pada umumnya dalam menjaga sentimen masyarakat.
Dalam hal ini, Pangi menilai Jokowi lebih unggul dibanding Prabowo.
Meskipun, bisa jadi prestasi Prabowo lebih baik daripada Jokowi.
Menurut Pangi, esensi utama seorang pemimpin di Indonesia sebenarnya sangat sederhana, yaitu kemampuan memahami dan menjaga hati rakyat.
Itulah yang menurutnya menjadi kekuatan utama Jokowi selama menjabat.
"Jokowi itu kan ilmunya menjaga perasaan rakyat. Menjaga pencitraannya. Kerja Jokowi apa? Biasa aja, infrastruktur yang dibangun juga begitu-begitu aja," ujar Pangi saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Temui Prabowo, Jusuf Kalla dan Anaknya Tawarkan Investasi Proyek Energi Hijau Rp70 Triliun
Ia menambahkan bahwa prestasi terbaik sebuah pemerintahan bukanlah diukur dari pembangunan fisik, melainkan sejauh mana negara mampu membuat masyarakatnya tenang.
"Prestasi negara itu adalah sejauh mana mereka punya kemampuan untuk menggembirakan hati rakyat. Menggembirakan hati rakyat itu bagian dari prestasi. Menjaga perasaan rakyat itu bagian dari kinerja."
Sebaliknya, Pangi menilai Prabowo saat ini terkesan kaku, keras, dan enggan memperbaiki pola komunikasinya dengan publik, sehingga memicu resistensi yang kuat di masyarakat.
"Kemudian presiden yang selalu ngeyel, presiden yang nggak mau memperbaiki cara berkomunikasinya dengan rakyatnya, yang tetap ngotot dengan cara-cara. Diingatkan kalau bahasa orangnya keras batu, itu yang terlalu dipaksakan dengan keyakinan mereka," ungkapnya.
Baca juga: Anak Orang Kaya Tak Dapat MBG Lagi, Kepala BGN Ungkap Respons Prabowo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250510_MEME-PRABOWO-JOKOWI.jpg)