Ibu Kota Nusantara
Beton Ramah Lingkungan Digunakan di Proyek IKN, Emisi CO2 Berhasil Ditekan
Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mengedepankan prinsip konstruksi berkelanjutan dengan penggunaan beton readymix bersertifikat hijau.
Ringkasan Berita:
- PT Waskita Beton Precast Tbk gunakan beton readymix bersertifikat hijau untuk proyek Ibu Kota Nusantara, dorong konstruksi berkelanjutan.
- Batching Plant Sepaku raih Green Label Indonesia Level Gold (skor 92), jadi fasilitas kedua WSBP dengan sertifikasi serupa.
- Teknologi ramah lingkungan tekan emisi hingga 58 persen, berkontribusi kurangi sekitar 3.116 ton CO₂ per tahun.
TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mengedepankan prinsip konstruksi berkelanjutan dengan penggunaan beton readymix bersertifikat hijau.
Material ini diproduksi oleh PT Waskita Beton Precast Tbk melalui fasilitas Batching Plant (BP) Sepaku yang telah mengantongi sertifikasi ramah lingkungan.
Sertifikasi Green Product Council Indonesia berupa Green Label Indonesia (GLI) Level Gold dengan skor 92 menjadi bukti bahwa proses produksi beton tersebut memenuhi standar keberlanjutan.
Penilaian mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, pengurangan emisi, hingga penggunaan material ramah lingkungan.
Baca juga: Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN Ditarget Rampung 2027-2028, Ada Bangunan Apa Saja?
Sertifikasi yang didapatkan berupa Green Label Indonesia (GLI) Level Gold dengan skor 92 dari Green Product Council Indonesia untuk fasilitas Batching Plant WSBP Sepaku.
Sertifikasi ini menjadikan fasilitas tersebut sebagai batching plant kedua milik perusahaan yang meraih pengakuan serupa setelah sebelumnya diraih oleh Batching Plant WSBP Pegangsaan.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi menuju konstruksi yang lebih ramah lingkungan bukan hanya sebuah inisiatif, tetapi telah menjadi bagian dari standar operasional kami,” ujar Vice President of Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Sertifikasi Green Label diberikan melalui penilaian berbagai aspek keberlanjutan, meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi dan polusi, manajemen limbah, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta inovasi proses produksi.
Di BP WSBP Sepaku, penerapan tersebut dilakukan melalui efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan genset dan idle time, penggunaan dust collector untuk pengendalian debu, pemanfaatan kembali air produksi, serta pengelolaan limbah B3 sesuai standar.
Baca juga: Update Pembangunan Markas Polresta IKN Nusantara, Dilengkapi Kolam Retensi
Selain itu, penggunaan material seperti fly ash dan inovasi admixture polimer larut air membantu mengurangi penggunaan semen serta emisi karbon dioksida (CO₂).
Proses produksi juga didukung oleh command batch system berakurasi tinggi guna memastikan efisiensi dan konsistensi.
Pasok Beton Proyek di IKN
BP WSBP Sepaku memasok beton untuk sejumlah proyek di IKN, antara lain Gereja Basilika, KLHK Tahap 3, IPAL 1, 2, dan 3, Rusun MBR, serta kawasan perkantoran seperti DPD, MA, MPR, DPR I, dan DPR II.
Seluruh proyek tersebut menggunakan beton readymix WSBP yang telah tersertifikasi Green Label Indonesia.
Dari sisi kinerja lingkungan, fasilitas ini mencatat emisi CO₂ lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dengan penurunan hingga 58 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260413_Markas-Polresta-IKN.jpg)