Jumat, 24 April 2026

Ibu Kota Nusantara

Update Proyek IKN 2026, Desain Gedung DPR Disetujui Prabowo, Target Operasional 2028

Pembangunan Ibu Kota Nusantara dipercepat, fokus pada gedung legislatif dan yudikatif, target beroperasi penuh 2028.

Editor: Heriani AM
TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH
TUNTAS 2028 - Ilustrasi Istana Negara IKN. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat dengan fokus pada penyelesaian kompleks legislatif dan yudikatif sebagai bagian dari upaya menjadikannya pusat pemerintahan yang utuh. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Ibu Kota Nusantara dipercepat, fokus pada gedung legislatif dan yudikatif, target beroperasi penuh 2028
  • Prabowo Subianto disebut sudah setujui desain final, jadi simbol baru pusat kekuasaan Indonesia
  • Perpindahan ASN dan infrastruktur terus dikebut, ribuan pegawai disiapkan pindah.

 

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat dengan fokus pada penyelesaian kompleks legislatif dan yudikatif sebagai bagian dari upaya menjadikannya pusat pemerintahan yang utuh.

Langkah ini menandai tahapan penting dalam proses pemindahan fungsi ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, menyebut desain gedung parlemen dan lembaga yudikatif telah mendapat persetujuan dari Prabowo Subianto.

Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh pada 2028, sehingga IKN benar-benar berfungsi sebagai ibu kota negara.

Proyeksi operasional penuh seluruh lembaga tinggi negara ini ditargetkan tuntas pada 2028.

"Kami mendapatkan kepastian bahwa pembangunan gedung legislatif dan yudikatif telah disetujui Presiden dan prosesnya sudah berjalan. Harapannya, 2028 menjadi waktu yang tepat bagi IKN untuk difungsikan sepenuhnya sebagai ibu kota negara," ujar Muzani.

Baca juga: Pesona Subuh di IKN, Wisatawan Abadikan Momen Magis Istana Garuda

Revisi Desain

Sebelumnya, pembangunan kawasan parlemen dan yudikatif di IKN mengalami sedikit penyesuaian desain.

Muzani menjelaskan, revisi dilakukan setelah pemerintah melakukan studi banding ke tiga negara yang juga sukses memindahkan ibu kota, yakni Mesir, Turkiye, dan India.

Penyesuaian ini bertujuan agar arsitektur lembaga tinggi negara tersebut lebih mencerminkan tatanan kenegaraan Indonesia yang kokoh dan ikonik.

Fasilitas pendukung bagi anggota legislatif pun telah masuk dalam perencanaan teknis.

Untuk menampung 732 anggota parlemen, Otorita IKN menyiapkan skema hunian berupa apartemen dan rumah tapak (landed houses).

"Desainnya sangat bagus, sangat menggambarkan arsitektur tata negara kita. Ada eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ini akan menjadi simbol kebanggaan bagi kita sebagai bangsa besar," tambah Muzani.

Baca juga: Sepak Bola Putri Mulai Tumbuh di IKN, 140 Siswi Turun ke Lapangan

Target Perpindahan dan Alokasi SDM

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, linimasa pembangunan kantor lembaga legislatif dan yudikatif dijadwalkan rampung pada 2027, atau paling lambat awal 2028.

Hal ini sejalan dengan target pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat lembaga yang dilakukan secara bertahap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved