Jumat, 15 Mei 2026

Ibu Kota Negara

OIKN Pasang Sensor Pintar untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan saat El Nino 2026

Ibu Kota Nusantara diantisipasi musim kemarau dengan pemasangan sensor kebakaran hutan di sejumlah kawasan rawan

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Nur Pratama
HO OIKN
MUSIM KEMARAU - Foto ilustrasi pemadam kebakaran di IKN. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang 2026, melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi, penguatan infrastruktur pemadaman, serta kolaborasi bersama masyarakat dan lintas pemangku kepentingan, Jumat (15/5/2026) (HO OIKN) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi serius di Ibu Kota Nusantara (IKN), menjelang musim kemarau panjang 2026.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah, pemasangan sensor kebakaran hutan di sejumlah kawasan rawan, untuk mendeteksi potensi api lebih cepat.

Langkah ini menjadi fokus Otorita IKN setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini, berlangsung lebih kering dari biasanya akibat pengaruh El Nino.

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan curah hujan sangat rendah.

Baca juga: Anggota DPR Wanti-wanti IKN Berubah Jadi Kota Hantu Tanpa Kepastian Kepindahan

Sejumlah wilayah seperti Sepaku, dan sekitar Mentawir, dipetakan sebagai titik rawan munculnya hotspot, selama musim kemarau.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan sistem pengendalian karhutla berbasis teknologi.

Sensor kebakaran akan dipasang di tujuh kawasan delineasi IKN, dan terhubung langsung dengan command center, serta sistem panggilan darurat agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, Jumat (15/5/2026).

Selain teknologi deteksi dini, Otorita IKN juga memperkuat infrastruktur pemadaman, dengan menyiapkan pos pemadam kebakaran di Maridan, Sepaku, serta kawasan KIPP IKN.

Potensi sumber air, di kawasan sekitar juga dipetakan untuk memastikan pasokan, saat proses pemadaman berlangsung.

Di sisi lain, pendekatan berbasis masyarakat juga mulai diperkuat.

Otorita IKN menggandeng desa-desa di wilayah delineasi, melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polisi kehutanan, hingga desa tangguh bencana.

Sosialisasi pencegahan karhutla juga akan diperluas, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat adat, untuk menekan risiko kebakaran sejak awal.

“Tujuan utama strategi ini agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu meski menghadapi musim kemarau panjang,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved