Ibu Kota Negara
OIKN Pasang Sensor Pintar untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan saat El Nino 2026
Ibu Kota Nusantara diantisipasi musim kemarau dengan pemasangan sensor kebakaran hutan di sejumlah kawasan rawan
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi serius di Ibu Kota Nusantara (IKN), menjelang musim kemarau panjang 2026.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah, pemasangan sensor kebakaran hutan di sejumlah kawasan rawan, untuk mendeteksi potensi api lebih cepat.
Langkah ini menjadi fokus Otorita IKN setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini, berlangsung lebih kering dari biasanya akibat pengaruh El Nino.
Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan curah hujan sangat rendah.
Baca juga: Anggota DPR Wanti-wanti IKN Berubah Jadi Kota Hantu Tanpa Kepastian Kepindahan
Sejumlah wilayah seperti Sepaku, dan sekitar Mentawir, dipetakan sebagai titik rawan munculnya hotspot, selama musim kemarau.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan sistem pengendalian karhutla berbasis teknologi.
Sensor kebakaran akan dipasang di tujuh kawasan delineasi IKN, dan terhubung langsung dengan command center, serta sistem panggilan darurat agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, Jumat (15/5/2026).
Selain teknologi deteksi dini, Otorita IKN juga memperkuat infrastruktur pemadaman, dengan menyiapkan pos pemadam kebakaran di Maridan, Sepaku, serta kawasan KIPP IKN.
Potensi sumber air, di kawasan sekitar juga dipetakan untuk memastikan pasokan, saat proses pemadaman berlangsung.
Di sisi lain, pendekatan berbasis masyarakat juga mulai diperkuat.
Otorita IKN menggandeng desa-desa di wilayah delineasi, melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polisi kehutanan, hingga desa tangguh bencana.
Sosialisasi pencegahan karhutla juga akan diperluas, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat adat, untuk menekan risiko kebakaran sejak awal.
“Tujuan utama strategi ini agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu meski menghadapi musim kemarau panjang,” pungkasnya. (*)
| 115 Paket Megaproyek di Tengah Kepastian IKN Bukanlah Ibu Kota Negara, Jakarta Masih Ibu Kota |
|
|---|
| Otorita IKN Serahkan SK Pengakuan Masyarakat Adat Paser di Mentawir |
|
|---|
| Jakarta Tetap Ibu Kota Negara, Kata Anggota DPR terkait Belum Adanya Keppres Pemindahan |
|
|---|
| Setelah Putusan MK, Ramai di Medsos IKN Bukan Ibu Kota Negara, Respons Otorita IKN |
|
|---|
| OIKN Siapkan Wisata Berbasis Lingkungan, Diharapkan Buka Peluang Usaha Bagi Pelaku UMKM Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260515_pemadam-kebakaran-di-IKN.jpg)