Rabu, 29 April 2026

Ramadhan 2026

Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Apakah Cukup Dibaca Satu Kali di Awal Bulan atau harus Setiap Hari?

Bacaan niat puasa Ramadhan, apakah cukup dibaca satu kali di awal bulan atau harus dibaca setiap hari?

Editor: Amalia Husnul A

Ringkasan Berita:
  • Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari
  • Bacaan niat puasa ada yang dibaca satu kali di awal bulan
  • Ada pula mazhab yang menyebut dibaca setiap hari
  • MUI beri penjelasan terkait bacaan niat puasa Ramadhan baik yang dibaca satu kali di awal bulan ataupun yang dibaca setiap hari

 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam hitungan hari, umat Islam akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah. 

Di bulan Ramadhan, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Salah satu rukun wajib menjalankan puasa, adalah membaca niat yang dibaca setiap umat Islam saat hendak berpuasa. 

Untuk niat puasa Ramadhan tersebut ada yang dibaca cukup sekali pada awal bulan dan ada yang dibaca setiap hari selama sebulan penuh.

Baca juga: Menghitung Hari Jelang Ramadhan 2026, Adab dan Bacaan Doa Ziarah Kubur

PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Rabu (18/2/2026).

Sementara Pemerintah akan menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 H setelah sidang isbat yang akan digelar Selasa (17/2/2026). 

Kapan niat puasa Ramadhan dibaca?

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, ada perbedaan pendapat terkait kapan niat puasa Ramadhan dibacakan.

Perbedaan tersebut sesuai mazhab dalam Islam yang diyakini masing-masing individu.

Berdasarkan pendapat mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan bisa dibacakan hanya sekali untuk satu bulan penuh.

"Dalam mazhab Maliki niat untuk puasa Ramadhan itu cukup dilakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” kata Anwar kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2026).

Apabila mengikuti ketentuan mazhab maliki, maka seorang umat Islam tidak perlu memperbarui niat puasa Ramadhan setiap harinya.

Bacaan niat untuk sebulan penuh ini juga sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi apabila lupa atau ketiduran.

Sementara itu, tiga mazhab lainnya, Syafi’i, Hambali, dan Hanafi berpandangan bahwa niat puasa wajib dibacakan setiap hari atau malam.

Dengan begitu, Anwar menyebutkan mayoritas ulama tetap menganjurkan untuk membaca niat setiap malam. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved