Senin, 11 Mei 2026

Ramadhan 2026

Doa Menyambut Ramadhan 2026 dalam Teks Arab, Latin Lengkap dengan Artinya

Berikut bacaan doa menyambut Ramadhan 2026: Teks Arab, Latin, dan maknanya.

Tayang:
Grafis Tribun Kaltim/Canva
DOA RAMADHAN - Ilustrasi. Berikut bacaan doa menyambut Ramadhan 2026: Teks Arab, Latin, dan maknanya. (Grafis Tribun Kaltim/Canva) 

Meski bukan sabda langsung Nabi SAW, doa ini sering dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلاً

Allâhumma sallimnî li Ramadhâna, wa sallim Ramadhâna lî, wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.

"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." (Hilyatul Auliya, 1/420).

Kutipan ini mengandung harapan agar seorang hamba diberi kesehatan untuk beribadah, dijauhkan dari kemaksiatan selama bulan puasa, dan yang terpenting, amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

3. Doa Keberkahan Bulan Rajab dan Sya'ban 

Umat Islam juga sering melafalkan doa memohon keberkahan sejak dua bulan sebelum Ramadhan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.

"Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan." (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Penting untuk dicatat bahwa secara ilmu hadits, riwayat ini dinilai lemah (dhaif) oleh sebagian besar ulama karena adanya perawi yang bermasalah.

Namun, para ulama memperbolehkan doa ini diamalkan dalam rangka Fadhail Amal (keutamaan amal) selama tidak diyakini sebagai sunnah yang kuat dari Nabi SAW.

Persiapan Nyata Menjelang Ramadhan (I'dad)

Selain memanjatkan doa, persiapan fisik dan mental juga menjadi kunci sukses meraih predikat takwa.

Para ulama menekankan beberapa poin persiapan atau I'dad:

  • Taubat Nasuha: Membersihkan hati dari kemaksiatan agar siap menampung keberkahan Ramadhan.
  • Membayar Utang Puasa (Qadha): Memastikan seluruh kewajiban puasa tahun lalu telah lunas sebelum memasuki bulan baru.
  • Persiapan Ilmu (Fiqih Puasa): Mempelajari kembali syarat sah dan hal-hal yang membatalkan puasa.
  • Persiapan Harta (Sedekah): Menyiapkan anggaran khusus untuk membantu sesama, terutama kaum dhuafa.

Sebagai bentuk kedermawanan, umat Muslim juga diimbau untuk menyempurnakan doa dengan aksi nyata seperti sedekah tarhib.

Dengan persiapan yang matang dan doa yang tulus, semoga umat Muslim dapat dipertemukan dengan Ramadhan 1447 H dalam keadaan sehat dan penuh semangat ibadah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved