Selasa, 19 Mei 2026

Ramadan 2026

Menu Ramadan Swiss-Belhotel Balikpapan, Ada 8 Bubur Berprotein Tinggi hingga Kopi Turki

Swiss-Belhotel Balikpapan menghadirkan aneka hidangan unik yang jarang ditemui di tempat lain di Kota Balikpapan

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
KULINER RAMADAN BALIKPAPAN - Executive Chef Swiss-Belhotel Balikpapan, Chef Kelana, Minggu (22/2/2026). Bumbunya sederhana, seperti jinten dan bawang putih. Mereka enggak banyak campur-campur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Swiss-Belhotel Balikpapan menghadirkan aneka hidangan unik yang jarang ditemui di tempat lain. Salah satunya, hidangan 8 jenis bubur kaya protein yang disajikan secara terpisah pada sajian kuliner di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Executive Chef Swiss-Belhotel Balikpapan, Chef Kelana mengatakan, bubur tersebut terdiri dari berbagai kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang hijau, kacang merah, kedelai putih, kedelai hitam, hingga beras maupun ketan.

Seluruhnya disajikan terpisah agar tamu bisa mencampur sesuai selera.

Ia memilih menyajikannya dengan santan dan gula cair yang tak terlalu manis, serta menyesuaikan lidah masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Daftar 30 Contoh Undangan Buka Puasa Bersama Ramadan 2026, bisa Dikirim via WhatsApp

Tak ayal, perpaduan santan dan gula inilah yang memberi cita rasa khas tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.

"Kalau dicampur semua, kandungan proteinnya tinggi sekali. Ini sehat banget untuk buka puasa. Saya sengaja pisahkan supaya tamu bisa pilih sesuai selera dan nanti bersatu saat dimakan," ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Untuk diketahui, dalam program buka puasanya hotel tersebut mengusung tema "Taste of Xinjiang" dengan kekayaan kuliner khas Muslim Uighur. 

Paket buka puasa ini hadir dengan harga Rp 228 ribu per orang serta dapat dinikmati setiap hari selama ramadan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita selama bulan puasa. 

Tak hanya itu, tamu juga dapat menikmati sajian kopi Turki yang dibuat dengan metode unik menggunakan pasir panas.

Kopi Turki tersebut dimasak di atas pasir laut yang dipanaskan hingga suhu tinggi. 

Menurut Chef Kelana, pasir mampu menghantarkan panas lebih stabil dibandingkan api langsung, sehingga menghasilkan rasa kopi yang lebih kuat dan autentik.

Meski begitu, ia mengingatkan agar tamu tidak langsung mengonsumsi kopi saat berbuka.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Kuliner Balikpapan yang Unik dengan Berbagai Pilihan Menu Lezat ala Foodcourt

"Kopi itu tajam. Sebaiknya minum air putih atau yang hangat dulu, makan dulu sampai masuk semua, baru minum kopi. Jangan langsung dihajar kopi," sarannya.

Lebih lanjut, ia membeberkan, konsep Ramadan tahun ini benar-benar dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda.

Bukan hanya sekedar buffet biasa, melainkan menjadi perjalanan rasa lintas budaya yang sarat akan edukasi.

"Saya ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan menantang. Supaya masyarakat Balikpapan punya wawasan luas tentang kuliner dunia," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved