Kamis, 11 Juni 2026

Idul Fitri 1447 H

Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Hari Ini, Live Streaming, Jam Pengumuman, Potensi Beda Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI pada Kamis, 19 Maret 2026, menggelar sidang isbat sebagai penentu awal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
SIDANG ISBAT LEBARAN - Ilustrasi sidang isbat. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI pada Kamis, 19 Maret 2026, menggelar sidang isbat sebagai penentu awal 1 Syawal 1447 Hijriah. 

Rukyatul hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal di ufuk barat setelah matahari terbenam. Metode ini dilakukan oleh tim yang tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Puncak dari rangkaian sidang isbat dijadwalkan pada pukul 19.25 WIB, ketika Menteri Agama RI akan mengumumkan secara resmi hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada masyarakat.

Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 Lengkap

Pukul 16.30 WIB: Seminar Posisi Hilal 
Pukul 18.45 WIB: Pelaksanaan Sidang Isbat 
Pukul 19.25 WIB: Konferensi Pers Penetapan 1 Syawal 1447 H 

Metode Penentuan: Gabungan Hisab dan Rukyat

Penetapan awal Syawal oleh pemerintah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui mekanisme musyawarah yang mempertimbangkan dua metode utama, yakni hisab dan rukyat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa proses ini merupakan standar dalam penentuan awal bulan Hijriah.

“Proses penetapan dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan data hisab (perhitungan astronomi) serta hasil rukyatul hilal (pengamatan hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Arsad.

Ia menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum resmi pemerintah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

“Pemerintah berharap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bersama bagi masyarakat,” kata Arsad.

Metode ini juga mengacu pada kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Elongasi sendiri adalah jarak sudut antara matahari dan bulan jika dilihat dari bumi. Semakin besar elongasi, semakin besar kemungkinan hilal dapat terlihat.

Data Astronomi: Posisi Hilal dan Ijtimak

Berdasarkan data Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak atau konjungsi (peristiwa ketika matahari dan bulan berada pada satu garis bujur yang sama) terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved