Jumat, 1 Mei 2026

Ramadhan 2026

Tim Rukyatul Hilal Kemenag Simpulkan Secara Hisab Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Informasi lengkap prediksi Lebaran 2026, hasil hisab Kemenag dan penjelasan posisi hilal di Indonesia.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO/Dwi Ardianto
RAMADHAN 2026 - (Ilustrasi )Kementerian Agama Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota dan BMKG melaksanakan kegiatan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) lalu. Informasi lengkap prediksi Lebaran 2026, hasil hisab Kemenag dan penjelasan posisi hilal di Indonesia. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya, menyimpulkan bahwa secara hisab, Idul Fitri 1447 H  jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan astronomi yang mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Menurut Cecep, posisi hilal di sebagian wilayah Aceh memang telah memenuhi syarat tinggi minimum, yakni sekitar 3 derajat.

Baca juga: 76 Lokasi Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah di Kaltim, Ini Daftar Lengkapnya

Namun, seperti dilansir Tribunnews.com, nilai elongasi belum memenuhi batas minimum yang ditetapkan, sehingga secara hisab awal Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Secara rinci, hasil pemantauan menunjukkan tinggi hilal di Indonesia berada pada kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat.

Sementara itu, elongasi berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.

Dengan kondisi tersebut, hilal secara teoritis diprediksi tidak dapat terlihat saat rukyat karena masih berada di bawah kriteria visibilitas.

"Berdasar kriteria MABIMS, pada tanggal 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 M, posisi hilal di sebagian wilayah Provinsi Aceh telah memenuhi paramter tinggi hilal minimum tiga derajat pada kriteria MABIMS. Namun tidak memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat, sehingga tanggal 1 Syawal 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing, tanggal 21 Maret 2026 Masehi," katanya dikutip dari YouTube metrotvnews, Kamis (19/3/2026).

Prediksi Serupa dari BRIN dan BMKG

Prediksi yang sama juga disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

Ia menyebutkan bahwa posisi hilal di wilayah Asia Tenggara saat magrib 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS.

Dengan demikian, secara astronomis 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.

Adapun elongasi berada pada rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

BMKG menyimpulkan bahwa kedua parameter tersebut belum memenuhi kriteria MABIMS.

Baca juga: Siaran Langsung Sidang Isbat Hari Ini 19 Maret 2026: Keputusan dan Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026

Sidang Isbat Digelar Hari Ini

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved