Kabar Artis
Apa Itu Ijazah Blockchain? Pratama Arhan Jadi Lulusan Pertama Kampusnya yang Pakai Sistem Ini
Pratama Arhan segera lulus dari Universitas Dian Nuswantoro setelah menyelesaikan sidang skripsi dan akan meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Ringkasan Berita:
- Pratama Arhan segera lulus dari Universitas Dian Nuswantoro setelah menyelesaikan sidang skripsi dan akan meraih gelar Sarjana Ekonomi.
- Arhan menjadi salah satu lulusan pertama yang menggunakan ijazah berbasis blockchain, teknologi yang menyimpan data secara digital, aman, dan tidak bisa dipalsukan.
- Berbeda dari ijazah kertas, ijazah blockchain memiliki rekam jejak permanen dan bisa diverifikasi lewat pemindaian untuk memastikan keasliannya.
TRIBUNKALTIM.CO - Pratama Arhan segera menorehkan pencapaian baru di luar lapangan hijau setelah menuntaskan sidang skripsi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Bek kiri andalan Timnas Indonesia itu kini tinggal menunggu kelulusan resmi untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Menariknya, kelulusan Arhan tidak hanya menjadi kabar akademik biasa.
Ia disebut akan menjadi salah satu lulusan awal yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain, sebuah inovasi digital yang mulai diterapkan di dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Baca juga: Pratama Arhan Diisukan Pacari Inka Andestha, Respons Singkat Azizah Salsha
Sosok yang akrab disapa Arhan itu diketahui telah menyelesaikan sidang skripsinya pada Kamis (2/4/2026).
Dengan demikian, pesepak bola yang kini bermain untuk Bangkok United tersebut akan menyandang gelar Sarjana Ekonomi setelah menuntaskan studi di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus.
Nantinya, Arhan akan menjadi salah satu lulusan pertama Udinus yang menggunakan ijazah berbasis blockchain.
Lantas, apa yang dimaksud dengan ijazah blockchain dan apa bedanya dengan ijazah konvensional?
Apa Itu Ijazah Blockchain?
Humas Udinus, Haris, menjelaskan bahwa ijazah berbasis blockchain merupakan dokumen akademik yang dilengkapi rekam jejak digital yang tersimpan secara permanen.
Dengan sistem tersebut, ijazah tidak dapat diubah maupun dipalsukan karena setiap data tercatat dan terverifikasi secara digital.
"Ijazah yang dilengkapi dengan rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah sehingga tidak dapat dipalsukan," ujar Haris saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (2/4/2026).
Guna mengembangkan ijazah jenis ini, Udinus menggandeng Indonesia Blockchain Center serta Sealbound UAE.
"Dalam pengembannya, Udinus bekerja sama dengan Indonesia Blockchain Center (IBC) serta Sealbound UAE," sambungnya.
Baca juga: Kondisi Terbaru Pratama Arhan Usai Operasi Lutut, Siap Jalani Rehabilitasi
Apa Beda Ijazah Blockchain dengan Konvensional?
Haris mengungkapkan, ijazah blockchain berbeda dengan ijazah biasa karena memiliki rekam digital dan datanya bersifat permanen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260404_pratama-arhan-lulus.jpg)