Senin, 18 Mei 2026

Korea Open 2025

Jonatan Christie Juara, Tuntaskan Perlawanan Anders Antonsen di Laga Final Korea Open 2025

Jonatan Christie juara di Korea Open 2025 usai menumbangkan unggulan pertama, Anders Antonsen di final Korea Open 2025 hari ini, Minggu (28/9/2025)

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Instagram badminton.ina
KOREA OPEN 2025 - Jonatan Christie juara Korea Open 2025. Indonesia meraih gelar juara di tunggal putra setelah Jonatan Christie mengalahkan Anders Antonsen di final Korea Open 2025 hari ini, Minggu (29/8/2025). (Instagram badminton.ina) 

TRIBUNKALTIM.CO - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menjadi juara Korea Open 2025 setelah mengalahkan unggulan pertama, Anders Antonsen di final hari ini, Minggu (28/9/2025).  

Gelar juara Korea Open 2025 adalah gelar pertama Jonatan Christie di turnamen BWF Super 500 pertama di tahun ini dan juga setelah ia resmi jadi pemain profesional. 

Di final Korea Open 2025 hari ini, Jonatan Christie berhasil menumbangkan wakil Denmark lewat rubber game dengan skor 21-10, 15-21 dan 21-17 dalam tempo 75 menit.

Indonesia masih berpeluang menambah gelar di Korea Open 2025.

Baca juga: Jadwal Badminton Korea Open 2025 Hari Ini, Jonatan Christie dan Fajar/Fikri vs Unggulan 1, Live TV

Masih ada satu wakil Indonesia yang berjuang di final Korea Open 2025, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Di final Korea Open 2025 hari ini, Fajar/Fikri juga menantang unggulan pertama, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Laga Korea Open 2025 akan disiarkan di Vidio.com serta streaming di YouTube Channel BWF TV, cek link live streaming dan live scorenya.

Anders Antonsen Sempat Berdarah

Angka pertama didapatkan Jonatan setelah dia melakukan pengamatan sempurna dengan membiarkan pukulan Antonsen keluar lapangan.

Momentum diambil alih Antonsen setelah permainannya yang lebih sabar mampu mengacaukan pertahanan Jonatan.

Tertinggal dua poin, pemain jebolan PB Tangkas tersebut memangkas margin point dengan pengamata akuratnya.

Dengan cara yang sama, Jonatan mengambil alih keunggulan atas Antonsen yang beberapa kali pukulannya tidak akurat.

Pertandingan sempat dihentikan saat skor 5-5 usai Antonsen meminta perawatan di siku tangan kanannya akibat terjatuh saat mengamankan permainan.

Antonsen mengalami pendarahan yang tak kunjung berhenti di lengannya sehingga membuatnya menghentikan laga sejenak.

Pemain peringkat kedua dunia tersebut kembali melanjutkan aksinya, dengan kondisinya yang kurang ideal membuat Jonatan langsung meraih 1 angka.

Kualitas serangan Antonsen yang menurun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Jonatan untuk unggul pada interval pertama dengan skor 11-7.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved