Rabu, 20 Mei 2026

Korea Open 2025

Jonatan Christie Juara, Tuntaskan Perlawanan Anders Antonsen di Laga Final Korea Open 2025

Jonatan Christie juara di Korea Open 2025 usai menumbangkan unggulan pertama, Anders Antonsen di final Korea Open 2025 hari ini, Minggu (28/9/2025)

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Instagram badminton.ina
KOREA OPEN 2025 - Jonatan Christie juara Korea Open 2025. Indonesia meraih gelar juara di tunggal putra setelah Jonatan Christie mengalahkan Anders Antonsen di final Korea Open 2025 hari ini, Minggu (29/8/2025). (Instagram badminton.ina) 

TRIBUNKALTIM.CO - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menjadi juara Korea Open 2025 setelah mengalahkan unggulan pertama, Anders Antonsen di final hari ini, Minggu (28/9/2025).  

Gelar juara Korea Open 2025 adalah gelar pertama Jonatan Christie di turnamen BWF Super 500 pertama di tahun ini dan juga setelah ia resmi jadi pemain profesional. 

Di final Korea Open 2025 hari ini, Jonatan Christie berhasil menumbangkan wakil Denmark lewat rubber game dengan skor 21-10, 15-21 dan 21-17 dalam tempo 75 menit.

Indonesia masih berpeluang menambah gelar di Korea Open 2025.

Baca juga: Jadwal Badminton Korea Open 2025 Hari Ini, Jonatan Christie dan Fajar/Fikri vs Unggulan 1, Live TV

Masih ada satu wakil Indonesia yang berjuang di final Korea Open 2025, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Di final Korea Open 2025 hari ini, Fajar/Fikri juga menantang unggulan pertama, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Laga Korea Open 2025 akan disiarkan di Vidio.com serta streaming di YouTube Channel BWF TV, cek link live streaming dan live scorenya.

Anders Antonsen Sempat Berdarah

Angka pertama didapatkan Jonatan setelah dia melakukan pengamatan sempurna dengan membiarkan pukulan Antonsen keluar lapangan.

Momentum diambil alih Antonsen setelah permainannya yang lebih sabar mampu mengacaukan pertahanan Jonatan.

Tertinggal dua poin, pemain jebolan PB Tangkas tersebut memangkas margin point dengan pengamata akuratnya.

Dengan cara yang sama, Jonatan mengambil alih keunggulan atas Antonsen yang beberapa kali pukulannya tidak akurat.

Pertandingan sempat dihentikan saat skor 5-5 usai Antonsen meminta perawatan di siku tangan kanannya akibat terjatuh saat mengamankan permainan.

Antonsen mengalami pendarahan yang tak kunjung berhenti di lengannya sehingga membuatnya menghentikan laga sejenak.

Pemain peringkat kedua dunia tersebut kembali melanjutkan aksinya, dengan kondisinya yang kurang ideal membuat Jonatan langsung meraih 1 angka.

Kualitas serangan Antonsen yang menurun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Jonatan untuk unggul pada interval pertama dengan skor 11-7.

Usai jeda, pemain peringkat keenam dunia tersebut terus menambah angka seiring dengan penampilan pincang Antonsen yang berdampak banyak.

Lima poin beruntun didapatkan Jonatan sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan skor telak 21-10.

Memasuki gim kedua, Antonsen mengawali langkahnya dengan tidak cukup baik usai kehilangan empat poin beruntun.

Antonsen perlahan bangkit memberikan tekanan kepada Jonatan dengan raihan tiga poin beruntun.

Rentetan kesalahan Jonatan mampu dimanfaatkan Antonsen untuk berbalik unggul dan merebut interval kedua 11-8.

Usai jeda, Jonatan kian kesulitan untuk keluar dari tekanan yang dilancarkan pemain Denmark tersebut.

Raihan empat poin beruntun Antonsen terhenti setelah pengembaliannya hanya mengarah keluar lapangan, Jonatan memperkecil skor menjadi 10-16.

Laju perolehan angka Antonsen sempat diredam Jonatan akan tetapi gim ketiga harus tetap dimainkan.

Memasuki gim ketiga, Antonsen merebut keunggulan lebih dulu sebelum Jonatan mampu mengejarnya dua kali.

Pengembalian Antonsen yang keluar lapangan membuat Jonatan membalikkan keadaan usai tertekan di awal gim ketiga.

Usai berbagi angka hingga total lima kali, Jonatan menutup perlawanan Antonsen pada interval gim ketiga dengan skor 11-10.

Usai jeda, Jonatan bermain lebih sabar dengan tidak terburu-buru mematikan Antonsen dengan serangannya.

Dropshot dari Jonatan lebih berbahaya dengan mendarat tepat ke bidang permainan Antonsen untuk membuatnya tetap berjarak.

Perlawanan Antonsen benar-benar berakhir usai kesalahannya sendiri membuat Jonatan langsung meluapkan emosinya dengan teriakan untuk menutup gim ketiga 21-17.

Gelar Ketiga Indonesia di 2025

Gelar juara Korea Open 2025 yang diraih Jonatan Christie juga menjadi gelar ketiga yang diraih Indonesia di tahun ini. 

Hingga September 2025, Indonesia baru meraih tiga gelar yakni:

  • Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, China Open 2025 (Super 1000)
  • Jonatan Christie, Korea Open 2025 (Super 500) 
  • Alwi Farhan, Macau Open 2025 (Super 300), 

Hasil final Korea Open 2025 hari ini, Minggu (28/9/2025)

WD: Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang/1) vs Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan/2) 19-21 12-21

XD: Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China/1) vs Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China/2) 25-23 23-21

WS: An Se-young (Korea Selatan/1) vs Akane Yamaguchi (Jepang/2) 18-21 13-21

MS: Anders Antonsen (Denmark/1) vs Jonatan Christie (Indonesia/4) 10-21 21-15 dan 17-21

Jadwal badminton Korea Open 2025 hari ini, Minggu (28/9/2025)

Mulai pukul 09.00 WIB

Partai 5 12.45 WIB MD: Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan/1) vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)

Catatan:

  • waktu bertanding adalah perkiraan kecuali untuk laga partai 1
  • angka di dalam kurung menunjukkan status unggulan
  • nama yang dicetak tebal adalah pemenang

Live Streaming Korea Open 2025

  • Live streaming YouTube BWF TV >>>
  • Live Vidio.com >>>
  • Live score >>>

Catatan:

  • untuk akses di channel YouTube BWF TV harus menggunakan VPN
  • untuk menonton di Vidio.com harus berlangganan paket tertentu

Jadwal siaran langsung Korea Open 2025 

Minggu (28/9/2025): Final - 09.00 WIB

Baca juga: Lengkap Hasil Badminton Korea Open 2025 Hari Ini, Fajar/Fikri Susul Jonatan Christie ke Final

(*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Artikel ini telah tayang di bolasport.com.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved