Kamis, 23 April 2026

Thomas Uber Cup 2026

Thomas Uber Cup 2026, Lawan Tim Putra Indonesia Terancam Pincang, Nasib Dechapol Puavaranukroh

Thomas Uber Cup 2026, lawan tim putra Indonesia terancam pincang. Nasib Dechapol Puavaranukroh usai mundur dari final Kejuaraan Bulutangkis Asia.

Editor: Amalia Husnul A
Badminton Asia Championships
THOMAS UBER CUP - Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran saat bermain di Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Pasangan ini berhasil lolos ke final namun sayangnya terpaksa mundur lantaran kondisi Dechapol Puavaranukroh yang tidak memungkinkan bertanding. Jelang Thomas Uber Cup 2026, belum diketahui update kondisi pemain yang biasa disapa Bass ini. (Badminton Asia Championships) 

Ringkasan Berita:
  • Dechapol Puavaranukroh mundur dari final BAC 2026 akibat masalah kesehatan.
  • Ia didiagnosis cedera ginjal akut (AKI) dipicu dehidrasi berat usai semifinal.
  • Kehadirannya di Thomas Cup 2026 masih diragukan dan menunggu evaluasi medis.
  • Dechapol adalah pemain kunci Thailand di sektor ganda putra dan campuran.
  • Thailand berada di Grup D Thomas Cup bersama Indonesia, Prancis, dan Aljazair.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Jelang Thomas Uber Cup 2026, kondisi Dechapol Puavaranukroh masih belum diketahui apakah bisa memperkuat tim Thailand.

Sebelumnya, nama Dechapol Puavaranukroh masuk daftar skuad Thomas Cup 2026 Thailand.

Namun, Dechapol Puavaranukroh harus mundur dari final Kejuaraan Bulutangkis Asia, Minggu (12/4/2026). 

Dechapol Puavaranukroh harus menjalani tes ginjal. 

Baca juga: Jelang Thomas Uber Cup 2026, Sama dengan Indonesia, Malaysia Juga Gelar Training Camp di Denmark

Di final Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 lalu, Dechapol Puavaranukroh bermain di nomor ganda campuran berpasangan dengan  Supissara Paewsampran.

Selain di ganda campuran, Puavaranukroh juga bermain di nomor ganda putra di mana ia berpasangan dengan Kittinupong Kedren dan kerap menyulitkan pasangan teratas dunia.

Mundur dari Final BAC 2026

Namun, Puavaranukroh yang akrab disapa Bass itu harus memulihkan diri dari penyakit yang dia derita setelah semifinal Kejuaraan Asia 2026.

Puavaranukroh/Paewsampran tampil gemilang pada semifinal dengan menundukkan wakil tuan rumah sekaligus ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, 21-19 18-21 22-20.

Tetapi, mereka terpaksa merelakan gelar menjadi milik Kim Jae-hyeon/Jang Ha-jeong (Korea Selatan) karena Puavaranukroh/Paewsampran mengundurkan diri.

Pada 12 April, tiga pemain bulu tangkis nasional Thailand, kembali ke negaranya dengan membawa penghargaan Kejuaraan Asia mereka.

Kunlavut Vitidsarn (tunggal putra) langsung melanjutkan latihan, sementara Bas dan Fem menjalani pemeriksaan medis terperinci sebelum mempersiapkan diri untuk Thomas Cup 2026 dan Uber Cup 2026, 24 April-3 Mei di Horsens, Denmark.

Saat tiba di Bandara Suvarnabhumi,  Puavaranukroh mengungkapkan alasannya mundur pada babak final Kejuaraan Asia 2026.

Puavaranukroh mengungkapkan momen kritis tersebut berasal dari tubuhnya yang terus menerus mengalami tekanan berat, yang menyebabkan kram parah menyebar ke seluruh tubuhnya.

“Kram dimulai dari kaki hingga leher saya karena dehidrasi akibat bermain pertandingan intensif terus menerus," kata Puavaranukroh yang biasa disapa Bass ini dilansir dari Thairath.co.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved