Liga 2
Dukungan Suporter Tidak Surut, Persiba Balikpapan Siap Hadapi Liga 2 meski Terkendala Dana
Persiba Balikpapan kembali menghadapi tantangan besar di luar lapangan. Meski sukses menembus Liga 2 .
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan kembali menghadapi tantangan besar di luar lapangan. Meski sukses menembus Liga 2 setelah melalui perjuangan panjang di kasta ketiga, skuad Beruang Madu hingga kini masih kesulitan mendapatkan sponsor utama untuk menyokong perjalanan mereka di musim kompetisi 2025/2026.
Padahal, tim kebanggaan Kota Minyak itu sudah dijadwalkan menjalani laga perdana melawan PSS Sleman pada Senin (15/9/2025) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Nama besar Persiba yang pernah malang melintang di kancah sepak bola nasional nyatanya belum cukup untuk menarik minat sponsor.
Baca juga: Profil Takumu Nishihara, Striker Anyar Persiba Balikpapan, Calon Bintang Baru di Indonesia
Hal ini membuat kondisi finansial klub tetap rapuh jelang bergulirnya Liga 2.
Kendati begitu, dukungan suporter sama sekali tidak berkurang.
Direktur Balistik (Balikpapan Suporter Fanatik), Syahrul Ramadan menegaskan bahwa pihaknya tetap percaya kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan DPRD untuk membantu mencarikan solusi terbaik bagi Persiba.
“Kita percayakan kepada pemerintah dan DPRD, kita sebagai suporter wajib memberikan dukungan sepenuhnya,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (19/8/2025).
Dalam industri sepak bola, sponsor memiliki peran vital sebagai penopang finansial klub. Tidak hanya untuk pembayaran gaji pemain, sponsor juga menopang biaya operasional selama satu musim penuh.
Sejak aturan Menteri Dalam Negeri pada 2011 yang melarang penggunaan APBD untuk klub sepak bola profesional, seluruh tim di Indonesia, termasuk Persiba, dipaksa mandiri mencari pendanaan.
Sumber utama datang dari sponsor, tiket pertandingan, hak siar, hingga penjualan merchandise.
Baca juga: Sosok M Nasuha, Pimpin Kebangkitan Persiba Balikpapan, Bidik Promosi ke Super League
Namun, persaingan ketat antar klub membuat Persiba kerap kesulitan.
Saat tampil di Liga 3 musim lalu, klub sempat menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan lokal seperti Cindara Pratama Group Balikpapan, PTMB, Angel's Wing Indonesia, Bizhub 52X, dan Raja Lalapan.
Sayangnya, jelang Liga 2 kali ini, belum ada sponsor utama yang berani masuk.
Pembina Persiba Balikpapan, Alwi Al Qadri, tidak menampik bahwa pemerintah kota sebenarnya ingin membantu.
Namun, kendala utamanya adalah status kepemilikan klub yang sepenuhnya swasta, bukan milik Pemkot Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250819_Persiba-Balikpapan-Kesulitan.jpg)