Liga Italia
Lazio vs Como, Fabregas Merendah meski 2 Kali Kalahkan Sang Guru Maurizio Sarri
Pelatih Como, Cesc Fabregas, bersikap merendah meski sudah dua kali mengalahkan sang guru, Maurizio Sarri.
Ringkasan Berita:
- Como kembali kalahkan Lazio 3-0, kemenangan kedua Fabregas atas Sarri musim ini.
- Fabregas memuji Sarri sebagai "jenius" dan menekankan keberhasilan timnya lahir dari prinsip sepak bola, bukan uang.
- Nico Paz dan Baturina jadi motor kemenangan, menunjukkan perkembangan pemain muda lewat kreativitas dan visi bersama.
TRIBUNKALTIM.CO - Pelatih Como, Cesc Fabregas, bersikap merendah meski sudah dua kali mengalahkan sang guru, Maurizio Sarri. Sikap itu terlihat usai pertandingan Liga Italia Serie A antara Lazio vs Como yang berakhir 0-3, Selasa (20/1/2026) dini hari WIB.
Ini adalah kali kedua skuad Como asuhan Cesc Fabregas mengalahkan Lazio besutan Maurizio Sarri di Liga Italia Serie A musim ini.
Pada pekan pertama 25 Agustus 2025, Como menang kandang 2-0 atas Lazio.
Bukannya balas dendam, Lazio malah digulung lagi di kandang sendiri, Stadion Olimpico, Roma, Italia, dini hari tadi.
Cesc Fabregas memuji Maurizio Sarri sebagai seorang "jenius" setelah kemenangan telak Como 3-0 atas Lazio di laga tandang itu.
Baca juga: Hasil Liga Italia Lazio vs Como Berakhir 0-3, Fabregas Bikin Sarri Babak Belur di Kandang Sendiri
Pelatih asal Spanyol itu merenungkan kemenangan bersejarah tersebut dan ide-ide di balik timnya yang berkembang pesat.
Como mengejutkan Lazio di Olimpico dengan penampilan dominan yang dibangun di atas kualitas teknik dan kecerdasan menyerang, dipimpin oleh Martin Baturina dan dua gol dari Nico Paz.
"Bukan hanya tentang berapa banyak uang yang telah kita habiskan," katanya, dikutip dari Football Italia.
Fabregas menekankan bahwa performa tersebut merupakan hasil dari prinsip-prinsip sepak bola yang dianut bersama, bukan karena kekuatan finansial.
"Saya senang Anda menyebutkan bahwa ini bukan hanya tentang berapa banyak uang yang telah kita habiskan," jelas Fabregas.
"Yang terpenting adalah berapa banyak penghasilan pemain dan bagaimana mereka berkembang.
"Ketika pemain memahami sepak bola dengan cara yang sama, permainan itu menjadi milik mereka, bukan pelatih. Saya tidak percaya pada sepak bola robotik."
Baca juga: Rapor Lengkap Pemain Lazio vs Como 0-3, Nico Paz Menggila!
Fabregas menggarisbawahi bagaimana pemain seperti Maximo Perrone, Lucas Da Cunha, Maxence Caqueret, Nico Paz, dan Martin Baturina berkembang karena kreativitas dan visi bersama mereka.
"Mereka saling memahami dan mengerti ruang yang ada. Itu memberi Anda persepsi yang sama sekali berbeda tentang permainan," kata mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu.
Pujian untuk Sang Guru
| Hasil Liga Italia, Inter Milan Balikkan Keadaan, Tumbangkan Como di Laga Penuh Drama |
|
|---|
| Nicolo Zaniolo Tampil Gemilang, Audisi Sempurna di Hadapan AC Milan |
|
|---|
| Pernyataan Paling Jujur Massimiliano Allegri usai AC Milan Dibantai Udinese di San Siro |
|
|---|
| Link Live Streaming AC Milan vs Udinese di Liga Italia Hari Ini, Kick-off Jam 23.00 WIB |
|
|---|
| Bukan Sekadar Perebutan Poin, Laga AC Milan vs Udinese Jadi Audisi Khusus Bagi Nicolo Zaniolo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250820_Como-vs-Lazio-Duel-Murid-dan-Guru-Cesc-Fabregas-vs-Maurizio-Sarri.jpg)