Piala Dunia 2026
Daftar Negara Debutan Piala Dunia 2026 dan Cerita di Balik Lolosnya Mereka
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
TRIBUNKALTIM.CO - Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Untuk pertama kalinya sejak digelar pada 1930, jumlah peserta akan diperluas menjadi 48 tim nasional, naik dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 negara.
Perubahan besar ini membuka pintu bagi banyak negara yang selama puluhan tahun hanya menjadi penonton, kini akhirnya bisa berdiri sejajar dengan raksasa dunia seperti Brasil, Jerman, dan Argentina.
Brasil memang masih memegang rekor sebagai satu-satunya negara yang selalu tampil di seluruh edisi Piala Dunia.
Namun di balik dominasi itu, terdapat fakta lain yang lebih mencolok: dari 211 asosiasi anggota FIFA, sebanyak 132 negara belum pernah sekalipun lolos ke putaran final.
Baca juga: Profil Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, Saatnya Melepas Julukan Raja Tanpa Mahkota
Artinya, mayoritas dunia sepak bola masih belum pernah mencicipi panggung terbesar ini.
Dengan bertambahnya kuota, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal persaingan, tetapi juga tentang harapan baru.
Negara-negara yang sebelumnya dianggap terlalu kecil, terlalu lemah, atau terlalu miskin infrastruktur, kini membuktikan bahwa kerja keras dan strategi yang tepat bisa mengubah sejarah.
Dikutip dari bbc.com, berikut daftar negara debutan di Piala Dunia 2026:
Afrika Kecil yang Menjadi Raksasa Harapan: Tanjung Verde
Salah satu kisah paling mengharukan datang dari Tanjung Verde (Cape Verde), sebuah negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika dengan populasi sekitar 600.000 jiwa.
Negara ini kini tercatat sebagai negara terkecil kedua yang pernah lolos ke Piala Dunia, setelah Islandia pada 2018.
Namun, rekor itu bahkan tidak bertahan lama karena segera dipecahkan oleh Curaçao.
Keberhasilan Tanjung Verde bukanlah cerita instan. Mereka baru pertama kali mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada 1990, dan selama lebih dari 40 tahun, perjalanan mereka penuh kegagalan.
Namun perubahan strategi, khususnya dalam merekrut pemain diaspora—yakni pemain yang memiliki keturunan Tanjung Verde meski lahir di luar negeri—menjadi kunci kebangkitan.
Dalam skuad saat ini, terdapat enam pemain kelahiran Belanda serta satu pemain dari Irlandia, yakni Roberto Lopes, bek klub Shamrock Rovers.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260121_trofi-piala-dunia.jpg)