Kamis, 16 April 2026

Super League

Chant Jenaka Suporter Borneo FC Samarinda dan Kembalinya Gidson Pablo dari Cedera Panjang

Duel sengit tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis 26 Februari 2026 malam

Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
HO/Borneo FC Samarinda
SELEBRASI GOL CEPAT - Bek Borneo FC, Caxambu (kanan) merayakan gol cepatnya yang tercipta pada menit ketujuh dalam pertandingan Liga Super Indonesia antara Borneo FC vs Arema FC yang dimainkan di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/2/2026) malam. (Instagram/@borneofc.id) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Duel sengit tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (26/2/2026) malam, saat Borneo FC Samarinda menjamu Arema FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. 

Pertandingan yang berjalan dengan intensitas tinggi ini berakhir dengan kemenangan meyakinkan tuan rumah, 3-1.

Skor ini terasa spesial bagi Borneo FC karena identik dengan hasil putaran pertama pada Oktober 2025 lalu, saat "Pesut Etam" juga membungkam "Singo Edan" di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Menariknya, atmosfer di stadion tidak hanya panas di lapangan, tetapi juga hangat di tribun.

Baca juga: Pelatih Arema FC Soal Kekalahan di Kandang Borneo FC: Kami Kalah dari Menit 27

Suporter kedua tim, Pusamania dan Aremania, saling berbalas chant sepanjang laga. 

Bahkan, sindiran jenaka "Singanya jadi kucing" yang diteriakkan suporter tuan rumah dijawab dengan santai oleh sekitar 500 suporter Arema yang hadir, menunjukkan kedewasaan dalam rivalitas.

Bek Borneo FC, Westherley Garcia Noguera (Caxambu), menjadi salah satu bintang lewat sumbangan satu golnya.

Baginya, kemenangan ini merupakan bentuk syukur yang mendalam, terlebih ini adalah pengalaman pertamanya bertanding di bulan Ramadan dengan jadwal liga yang padat.

Baca juga: Cetak Brace di Babak Pertama, Juan Villa Selebrasi Saranghaeyo di Laga Borneo FC vs Arema FC

"Puji Tuhan untuk gol dan kemenangan ini. Kami telah bekerja sangat keras. Saya sedang beradaptasi dengan atmosfer bulan Ramadan dan terus meningkatkan jam terbang demi membawa tim tetap di papan atas," ungkap Caxambu usai laga.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, pun mengaku puas meski harus melakukan beberapa pergantian karena pemain cedera.

Babak pertama luar biasa. Di babak kedua kami kebobolan satu gol dari set piece, posisi yang biasanya dijaga Obieta. 

"Sekarang kami fokus untuk pertandingan berikutnya demi hasil positif," jelasnya.

PUSAMANIA BORNEO SAMARINDA - Suporter Pusamania mendukung Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur.
PUSAMANIA BORNEO SAMARINDA - Suporter Pusamania mendukung Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Akui Sulitnya Kejar Ketertinggalan

Di kubu tamu, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa kekalahan di babak pertama menjadi beban berat.

Meski Arema sempat mendominasi di babak kedua dan mencetak gol melalui Dalberto Luan Belo pada injury time (90+4'), hal itu belum cukup menyelamatkan mereka.

"Babak kedua sebenarnya Arema lebih siap, tapi pertandingan ini sangat sulit karena kami sudah tertinggal sejak babak pertama di tengah motivasi tinggi suporter tuan rumah," ujar Marcos.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved