Super League
3 Sorotan Tajam Mauricio Usai Persija Kalah dari Persib Bandung di Kandang Borneo FC Samarinda
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tak mampu membendung kekecewaannya usai timnya takluk 1-2 dari Persib Bandung
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tak mampu membendung kekecewaannya usai timnya takluk 1-2 dari Persib Bandung dalam laga panas Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (10/5/2026).
Juru taktik asal Brasil tersebut memberikan kritik pedas yang menyasar berbagai aspek, mulai dari kepemimpinan wasit hingga fasilitas pertandingan.
Berikut adalah tiga sorotan utama Mauricio Souza dalam laga tersebut:
1. Kepemimpinan Wasit yang Dinilai Tidak Adil
Mauricio menyoroti secara tajam kinerja wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsavarov. Ia menilai banyak keputusan wasit yang merugikan Macan Kemayoran, terutama terkait pelanggaran keras yang menimpa Rayhan Hannan dan Allano Lima.
Baca juga: Respons Bobotoh soal Aksi Adam Alis dalam Laga Persija vs Persib Bandung di Samarinda
“Saya sangat tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Insiden Hannan diinjak seharusnya langsung berbuah kartu merah tanpa perlu intervensi VAR yang lama. VAR seolah hanya digunakan untuk menunda situasi, bukan memberikan keadilan,” tegas Mauricio dalam konferensi pers usai laga.
2. Inkonsistensi Sanksi dan Pelanggaran di Kotak Penalti
Sorotan kedua tertuju pada perbedaan standar hukuman yang diberikan wasit kepada kedua tim.
Mauricio mempertanyakan mengapa pemainnya mudah dijatuhi kartu kuning, sementara pelanggaran pemain Persib di area sensitif sering luput dari sanksi tegas.
Allano Lima ditarik dan diinjak di kotak penalti, tetapi tidak ada tindakan apa pun.
Persija terus-menerus dirugikan. Jika pelanggaran sejelas itu bukan kartu merah.
"Saya rasa saya tidak mengerti sepak bola lagi,” ujarnya dengan nada sindiran.
3. Kualitas Lapangan Stadion Segiri yang Tidak Ideal
Selain faktor non-teknis dari pengadil lapangan, Mauricio juga mengkritik kualitas rumput Stadion Segiri.
Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk menghambat gaya bermain Persija yang mengandalkan penguasaan bola dari kaki ke kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260510_Persija-vs-Persib-Bandung-di-Samarinda.jpg)