Timnas Indonesia
Alasan John Herdman Singkirkan Obsesi Striker Nomor 9 di Timnas Indonesia, Doktrin Golnya Diubah
Kondisi tersebut membuat Indonesia kerap kehabisan kreativitas saat dipaksa tampil mendominasi dan membongkar pertahanan lawan yang rapat
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan visi barunya untuk skuad Garuda.
Pelatih asal Kanada tersebut menginginkan seluruh pemain, tanpa terkecuali, memiliki insting dan kemampuan untuk mencetak gol di lini depan.
Selama ini, masalah klasik lini serang yang kurang tajam kerap menjadi batu sandungan bagi Timnas Indonesia.
Garuda sering kali kesulitan mengunci kemenangan meski tampil sangat mendominasi jalannya pertandingan.
Hadirnya penyerang naturalisasi, Ole Romeny, sebenarnya sempat menjadi angin segar bagi lini depan.
Baca juga: Kata Pelatih Timnas Indonesia soal Persaingan Persib Bandung dan Borneo FC di Super League 2025/2026
Sayangnya, ia harus menepi dalam waktu yang cukup lama akibat cedera parah.
Pada ajang FIFA Series 2026 lalu, beberapa nama telah dicoba untuk mengisi pos ujung tombak.
Namun, Indonesia tetap gagal mengalahkan Bulgaria akibat penyelesaian akhir yang kurang klinis.
Masalah ini bahkan sempat membuat pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, terpaksa mengandalkan Rafael Struick sebagai striker utama, meski posisi aslinya adalah seorang penyerang sayap (winger).
Hentikan Cari Striker Nomor 9
Menyikapi kebuntuan tersebut, John Herdman menjelaskan bahwa aspek utama yang harus segera dibenahi adalah mentalitas para pemain.
Mantan pelatih Timnas Kanada ini mengaku tidak peduli siapa pun sosok yang mencatatkan namanya di papan skor, asalkan tim mampu memanfaatkan setiap peluang emas.
Bagi Herdman, tugas mencetak gol tidak boleh hanya dibebankan kepada para penyerang, karena momentum di dalam kotak penalti bisa datang kepada siapa saja.
"Yang harus diubah adalah mentalitasnya. Semua orang terus bicara Indonesia butuh striker nomor sembilan. Menurut saya, Indonesia membutuhkan mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol," ujar John Herdman tegas.
Baca juga: Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, Digelar di GBK Jakarta
Herdman menambahkan, kontribusi gol juga harus datang dari lini belakang.
Berdasarkan evaluasinya sejauh ini, ia melihat Skuad Garuda masih terlalu sering bermain menunggu dan hanya mengandalkan skema serangan balik cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260104_John-Herdman.jpg)