Kamis, 11 Juni 2026

Belanda Menuju Piala Dunia 2026, Denzel Dumfries Masih Menyimpan Dendam dengan Argentina

Denzel Dumfries, masih belum mampu melupakan kegagalan Timnas Belanda mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.

Tayang: | Diperbarui:
FIFA
WORLD CUP 2026 - Denzel Dumfries (kiri) mengungkapkan ambisinya bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026. (FIFA) 

TRIBUNKALTIM.CO - Bek sayap Inter Milan, Denzel Dumfries, masih belum mampu melupakan kegagalan Timnas Belanda mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.

Kenangan pahit di Lusail Stadium pada Piala Dunia 2022 masih membekas di benak publik sepak bola Belanda, termasuk Denzel Dumfries.

Gol penyama kedudukan Wout Weghorst pada menit ke-11 injury time memaksa Argentina bermain hingga babak adu penalti, berakhir dengan rintihan air mata bagi Oranje.

Baca juga: Live TVRI! Jadwal Lengkap dan Jam Tayang Fase Grup Piala Dunia 2026

Namun, bagi Denzel Dumfries, kegagalan tragis di Qatar tersebut justru menjadi bahan bakar utama untuk membakar ambisinya menjelang putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Bek sayap andalan Inter Milan ini menegaskan bahwa Tim Nasional Belanda datang ke edisi kali ini dengan mentalitas yang jauh lebih matang dan kuat dibandingkan empat lalu.

"Kami telah menetapkan target besar untuk Piala Dunia ini. Kami sekarang jauh lebih baik daripada empat tahun lalu dan kami harus membuktikannya di lapangan. Kami hanya punya satu tujuan murni, tentu saja, yaitu menjadi juara dunia," tegas Dumfries, dilansir dari FIFA.

Bagi Dumfries, tersingkir oleh sang juara bertahan Argentina merupakan pelajaran profesional yang sangat kejam namun krusial bagi perkembangan kariernya.

Baca juga: Alasan Timnas Iran Pindahkan Basecamp Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko, FIFA Setuju

"Saya belajar bahwa Anda ikut serta dalam turnamen ini hanya untuk menang. Realitas olahraga profesional adalah jika Anda tidak menang, Anda pulang. Anda mengepak koper dan pergi. Itu pelajaran yang keras," kenang pemain berusia 30 tahun tersebut.

Sejarah mencatat Belanda telah menembus babak final Piala Dunia sebanyak tiga kali (1974, 1978, dan 2010) tanpa pernah sekalipun mengangkat trofi emas.

Dumfries bahkan mengingat jelas bagaimana ia menangis saat masih kecil menyaksikan De Oranje ditekuk Spanyol pada final 2010 saat berlibur bersama keluarganya di Suriname.

Sebagai pemain yang dikenal dengan intensitas tinggi, kekuatan fisik, dan agresivitas di Serie A Italia, Dumfries membedah struktur taktik khas akademi Belanda yang menurutnya masih memiliki satu potongan puzzle yang hilang.

Baca juga: Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Ivan Toney Dipanggil Hanya untuk Tendangan Penalti

Filosofi permainan Belanda selalu bertumpu pada penguasaan bola (possession), akurasi operan, dan kejelian mencari ruang kosong.

Namun, Dumfries menilai elemen tersebut belum cukup untuk memenangkan trofi di panggung tertinggi jika tidak dikombinasikan dengan aspek emosional di lapangan.

"Saya pikir orang-orang Belanda harus belajar satu atau dua hal dari negara-negara Amerika Selatan terkait agresivitas dan gairah (passion). Kami bisa membuat kemajuan besar di sektor itu. Jika kami bisa memadukan gaya penguasaan bola kami dengan aspek tersebut, kami akan memiliki tim Belanda yang sempurna," analisis taktis Dumfries.

Dalam misi menaklukkan Amerika Utara, Dumfries menyebut kehadiran sang kapten, Virgil van Dijk, sebagai pilar mutlak yang memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi sisa anggota skuad lainnya.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap Waktu Indonesia, Inggris vs Kroasia hingga Prancis vs Senegal

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved