Kamis, 23 April 2026

Fenomena Alam

3 Penyebab Cuaca Panas dan Imbauan BMKG, Diprediksi Terjadi hingga Awal November 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia masih berlanjut hingga awal November 2025

kemenkes.go.id
CUACA PANAS - Cuaca panas dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Kalimantan. Berikut penyebab dan imbauan dari BMKG (kemenkes.go.id) 

Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat Celsius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).

Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6 derajat Celsius di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.

Suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, dan Jawa.

Dengan adanya potensi perubahan cuaca, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan.

“Hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari,” pesan Guswanto.

Penyebab Utama Cuaca Terasa Lebih Panas

BMKG menyebutkan tiga penyebab utama mengapa cuaca saat ini terasa jauh lebih panas dari biasanya, meski secara teknis tidak termasuk dalam kategori gelombang panas.

1 . Posisi Semu Matahari

Saat ini, posisi semu matahari telah berada di selatan ekuator. Akibatnya, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang lebih intens dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini menyebabkan suhu permukaan meningkat secara signifikan terutama pada siang hari.

2. Angin dari Australia

Angin timuran yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara kering.

Udara kering ini menghambat proses pembentukan awan sehingga sinar matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa banyak hambatan, meningkatkan sensasi panas.

3. Minimnya Tutupan Awan

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved