Minggu, 3 Mei 2026

Techno

Daftar Profesi yang Paling Aman dan Tidak Terdampak AI

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang memunculkan kekhawatiran di kalangan pekerja.

Tayang:
TRIBUN KALTIM
AMAN DARI AI - Aktivitas guru mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Berikut ini daftar profesi yang paling aman dan profesi yang terdampak AI. (Tribun Kaltim) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang memunculkan kekhawatiran di kalangan pekerja.

Kemajuan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) membuat banyak orang bertanya seberapa besar ancaman teknologi ini terhadap dunia kerja.

Peneliti dari Anthropic baru-baru ini merilis laporan berjudul Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence. 

Baca juga: 5 Tahun Lagi Lenyap, Ini 15 Pekerjaan yang Diprediksi Punah Karena Kecerdasan Buatan

Studi tersebut tidak hanya melihat kemampuan AI secara teori, tetapi juga membandingkannya dengan data nyata penggunaan chatbot Claude oleh para profesional di berbagai sektor pekerjaan.

Hasilnya menunjukkan bahwa adopsi AI di dunia kerja saat ini masih jauh dari batas maksimal kemampuannya.

Dengan kata lain, meskipun teknologi AI berkembang pesat, penggunaannya dalam aktivitas kerja sehari-hari belum sepenuhnya memanfaatkan potensi yang ada.

Meski demikian, laporan tersebut juga memetakan profesi mana yang mulai paling banyak terdampak oleh AI dan mana yang relatif lebih aman untuk saat ini.

Baca juga: Telkomsel Ekspansi Jaringan 5G, Genjot Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Masa Depan Digital

10 profesi paling terdampak AI

Profesi yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang kesehariannya berkutat dengan tugas-tugas di depan layar yang sifatnya bisa diotomatisasi secara penuh oleh sistem AI.

Berdasarkan laporan tersebut, ini daftar lengkap 10 profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi, dilansir dari Kompas.com:

Programmer (74,5 persen)

Posisi teratas ditempati oleh para programer.

Mayoritas tugas mereka, coding, membuat update, dan mengelola software, kini mulai banyak diambil alih secara otomatis oleh AI.

Baca juga: Sistem Pertahanan dan Keamanan IKN di Kaltim, Gunakan Kecerdasan Buatan Pada One Signal Network

Customer service (70,1 % )

Interaksi dengan pelanggan, memproses pesanan, hingga menangani komplain, kini pelan-pelan mulai digantikan oleh chatbot AI.

Data entry (67,1 % )

Pekerjaan repetitif seperti membaca dokumen sumber dan memasukkan datanya ke dalam sistem adalah "makanan empuk" buat AI.

Spesialis rekam medis (66,7 % )

Mengompilasi, menyarikan, dan mengodekan data  pasien kini masuk ke dalam tugas yang makin mudah diotomatisasi.

Baca juga: Canggihnya Sistem Keamanan IKN di Kaltim, Smart Defense System Ditopang dengan Kecerdasan Buatan

Analis riset pasar dan pemasaran (64,8 % )

Tugas menyusun laporan, membuat grafik ilustrasi data, sampai menerjemahkan temuan riset rumit ke dalam teks tertulis kini sudah sangat lumrah dikerjakan mesin.

Sales/tenaga penjualan grosir dan manufaktur (62,8 % )

Rutinitas menghubungi pelanggan untuk mendemonstrasikan produk dan meminta pesanan ternyata punya tingkat paparan AI yang cukup tinggi.

Analis keuangan dan investasi (57,2 % )

Menganalisis informasi keuangan untuk memproyeksi kondisi bisnis, industri, atau ekonomi demi keputusan investasi kini bisa dieksekusi dengan cepat oleh LLM AI.

Baca juga: Sistem Pertahanan dan Keamanan IKN di Kaltim, Gunakan Kecerdasan Buatan Pada One Signal Network

Software QA/penguji perangkat lunak (51,9 % )

Pekerjaan memodifikasi software untuk memperbaiki bug atau meningkatkan performa rupanya mulai banyak didelegasikan ke AI.

Analis keamanan informasi (48,6 % )

Melakukan penilaian risiko siber dan menguji keamanan pemrosesan data.

Tugas krusial ini ternyata tak luput dari tren otomasi.

Spesialis support komputer (46,8 % )

Menjawab pertanyaan pengguna terkait pengoperasian software atau hardware demi menyelesaikan masalah teknis kini makin sering ditangani oleh agen AI.

Baca juga: Sistem Pertahanan dan Keamanan IKN di Kaltim, Gunakan Kecerdasan Buatan Pada One Signal Network

Daftar profesi yang paling Aman dari AI

Kalau Anda bekerja menggunakan keterampilan fisik, butuh interaksi manusia tingkat tinggi, atau harus terjun langsung ke lapangan, Anda patut bersyukur.

Anthropic mencatat ada sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat yang menduduki level paparan AI "nol persen".

Artinya, tugas harian mereka terlalu jarang atau bahkan mustahil untuk digantikan oleh mesin, setidaknya untuk saat ini.

Guru dan tenaga pendidik

AI sekarang memang sudah bisa diandalkan untuk menilai PR atau tugas siswa.

Namun, untuk urusan mengelola ruang kelas secara langsung, pekerjaan ini murni ranah manusia yang belum bisa disentuh mesin.

Perawat dan praktisi kesehatan

Profesi perawat terdaftar memiliki tingkat paparan AI yang sangat minim pada kuadran proyeksi lapangan kerja.

Baca juga: Marc Marquez dan Bagnaia Melaju dengan Kecerdasan Buatan Pada Motor Baru Ducati di MotoGP 2026

Pekerja lapangan dan kasar

Ini termasuk pekerja sektor pertanian (memangkas pohon, mengoperasikan traktor mesin) , mekanik sepeda motor, koki dan tukang cuci piring, penjaga pantai, bartender, hingga penjaga ruang ganti baju.

Pengacara litigasi

Pekerjaan legal spesifik yang mengharuskan perwakilan klien secara lisan di ruang sidang pengadilan juga masih jauh dari jangkauan otomasi AI.

Baca juga: 5 Tahun Lagi Lenyap, Ini 15 Pekerjaan yang Diprediksi Punah Karena Kecerdasan Buatan

Satu fakta menarik dari laporan ini: pekerja yang paling rawan tergusur AI ternyata justru berasal dari kalangan profesional berpendidikan tinggi dan bergaji besar.

Data menunjukkan bahwa pekerja yang sangat terpapar AI didominasi oleh lulusan sarjana (37,1 persen) dan pascasarjana (17,4 persen).

Rata-rata gaji mereka (32,69 dollar AS/jam) juga jauh lebih tinggi ketimbang pekerja yang tidak terpapar AI sama sekali (22,23 dollar AS/jam).

Meski daftar di atas terlihat meresahkan, ada kabar baik dari riset ini.

Sampai laporan tersebut dirilis, Anthropic sama sekali tidak menemukan adanya lonjakan angka pengangguran yang masif, bahkan di kalangan profesi yang paling rentan sekalipun.

Jadi, ancaman PHK massal gara-gara AI tampaknya belum akan menjadi realitas dalam waktu dekat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved