Senin, 13 April 2026

Aplikasi

Mulai Mei 2026, DM Instagram Tak Lagi Terenkripsi, Meta Berpotensi Baca Pesan

Platform media sosial Instagram kembali menjadi sorotan setelah melakukan perubahan signifikan pada sistem keamanan pesan pribadi atau DM

Grafis Tribun Kaltim/Canva
FITUR INSTAGRAM - Ilustrasi logo Instagram. Platform media sosial Instagram kembali menjadi sorotan setelah melakukan perubahan signifikan pada sistem keamanan pesan pribadi atau Direct Message (DM). 

TRIBUNKALTIM.CO - Platform media sosial Instagram kembali menjadi sorotan setelah melakukan perubahan signifikan pada sistem keamanan pesan pribadi atau Direct Message (DM).

Tanpa pengumuman resmi yang mencolok, perusahaan ini diketahui akan menghapus fitur perlindungan end-to-end encryption (E2EE), sebuah sistem keamanan yang selama ini menjadi standar penting dalam menjaga kerahasiaan komunikasi digital.

Informasi mengenai perubahan ini tidak disampaikan melalui konferensi pers atau pengumuman besar, melainkan hanya muncul dalam pembaruan halaman bantuan resmi Instagram.

Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa perlindungan E2EE tidak lagi berlaku setelah 8 Mei 2026. Kebijakan ini langsung menimbulkan tanda tanya di kalangan pengguna, mengingat fitur tersebut selama ini dianggap sebagai benteng utama privasi dalam komunikasi daring.

Langkah ini juga dinilai cukup kontras dengan strategi perusahaan induk Instagram, yaitu Meta, yang sebelumnya gencar mempromosikan keamanan pesan berbasis enkripsi, terutama pada aplikasi lain seperti WhatsApp.

Perbedaan pendekatan ini memicu diskusi luas tentang arah kebijakan keamanan digital yang diterapkan oleh Meta ke depan.

Baca juga: 8 Aplikasi yang Dilarang Komdigi untuk Diakses Anak-anak di Bawah 16 Tahun, Instagram hingga TikTok

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan data pribadi, keputusan ini dianggap sebagai langkah mundur dalam menjaga privasi pengguna.

Terlebih, komunikasi melalui DM sering kali berisi informasi pribadi, sensitif, bahkan bersifat rahasia.

Apa Itu End-to-End Encryption (E2EE)?

End-to-end encryption atau E2EE merupakan sistem keamanan yang memastikan bahwa pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima.

Dalam sistem ini, pesan yang dikirim akan dienkripsi (diacak menjadi kode tertentu) sejak awal pengiriman, dan hanya dapat didekripsi (dibaca kembali) oleh perangkat penerima yang memiliki kunci akses.

Dengan kata lain, bahkan penyedia layanan sekalipun tidak dapat mengakses isi pesan tersebut. Sistem ini telah menjadi standar emas dalam keamanan komunikasi digital karena mampu melindungi pengguna dari penyadapan, kebocoran data, hingga akses ilegal oleh pihak ketiga.

E2EE tidak hanya melindungi pesan teks, tetapi juga mencakup berbagai bentuk komunikasi lain seperti pesan suara, foto, video, hingga dokumen yang dikirim melalui platform. Oleh karena itu, keberadaan fitur ini sangat krusial dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan digital.

Dampak Penghapusan E2EE bagi Pengguna

Dengan dihapusnya E2EE dari fitur DM Instagram, maka pesan yang dikirim melalui platform tersebut tidak lagi memiliki lapisan perlindungan maksimal.

Artinya, secara teknis, pihak penyedia layanan seperti Meta berpotensi memiliki akses terhadap isi percakapan pengguna.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved