Kamis, 14 Mei 2026

Aplikasi

Facebook, Instagram hingga WhatsApp Ditinggalkan 20 Juta Penggunanya, Penjelasan Meta

Sebanyak 20 juta pengguna tinggalkan Facebook, Instagram hingga WhatsApp. Simak penjelasan Kepala Keuangan Meta.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Grafis Tribun Kaltim/Canva
META KEHILANGAN PENGGUNA - Ilustrasi Facebook, Instagram dan WhatsApp. Sebanyak 20 juta pengguna tinggalkan Facebook, Instagram hingga WhatsApp. Simak penjelasan Kepala Keuangan Meta. (Grafis Tribun Kaltim/Canva) 

Ringkasan Berita:
  • Meta kehilangan 20 juta pengguna aktif harian pada Q1 2026.
  • Penurunan dipicu gangguan internet akibat konflik di Iran.
  • Blokir WhatsApp di Rusia demi aplikasi 'Max' juga jadi penyebab.
  • DAP turun tipis 0,5 persen, namun pendapatan perusahaan justru naik.
  • Laporan ini menyebabkan saham Meta anjlok hingga 9 persen.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 20 juta pengguna tinggalkan Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Hal ini terungkap dalam laporan keuangan Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Dalam laporan keuangan perusahaan periode kuartal 1-2026 (Januari-Maret), Meta mencatat kehilangan 20 juta pengguna aktif harian (Daily Active User/DAU) di keluarga aplikasi yang dinaunginya, mencakup Instagram, Facebook, hingga WhatsApp.

Namun, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu tidak merinci berapa penyusutan dari masing-masing media sosial miliknya itu.

Baca juga: Instagram Bersih-bersih Akun Bot, Selebgram dan Influencer Kehilangan Jutaan Followers

Bukan hanya DAU, Meta juga mencatat penurunan pengunjung harian (Daily Active People/DAP). 

Meta sendiri mendefinisikan DAP sebagai pengguna terdaftar dan masuk ke salah satu aplikasi di bawah naungannya, melalui perangkat mobile atau web pada hari tertentu.

Secara keseluruhan, Meta memiliki 3,5 miliar pengunjung harian.

Namun, angka tersebut turun 0,5 prsen dibanding kuartal IV-2025 sebanyak 3,58 miliar.

Kepala Keuangan Meta, Susan Li mengatakan, penurunan jumlah pengguna itu merupakan akibat dari gangguan internet di Iran.

Sejak serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026, Iran hampir sepenuhnya memblokir akses internet di negara itu.

Selain kebijakan pemerintah, sebagian kecil pemadaman internet juga disebabkan oleh kerusakan infrastruktur akibat serangan AS-Israel yang berdampak pada kabel serat optik.

Sebelumnya, Iran juga pernah mematikan akses internet secra total pada 8 Januari 2026, beberapa minggu setelah meningkatnya protes anti-pemerintah terkait nilai mata uang.

Pemutusan total itu berlangsung hampir tiga minggu, hingga pemerintah melonggarkan pembatasan akses internet pada 28 Januari 2026, sebelum membatasinya lagi akhir Februari.

Selain pematasan internet di Iran, Li juga berdalih bahwa pembatasan akses WhatsApp di Rusia turut berkontribusi atas penyusutan ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved