TOPIK
Aksi Demonstrasi
-
"Kami dari Aliansi Masyarakat Pancasila Kaltim, hanya ingin lakukan aksi damai, menolak ormas-ormas radikal yang ada di Kaltim," ujar Erika Siluq.
-
Polwan yang membuat pagar manusia itu pun tak luput dari sorakan massa aksi yang menilai semua polwan yang ada sangat cantik.
-
Massa aksi bertajuk Bela Rakyat 121 jilid II itu telah disambut aparat kepolisian yang telah bersiaga sejak pukul 09.00 Wita.
-
Menurutnya tidak ada penutupan jalan di depan Mabes Polri selama demo berlangsung.
-
Dari infomasi yang ada, gabungan mahasiswa itu akan kembali turun ke jalan, melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Kaltim, pukul 10.00 Wita.
-
Rahmad juga mengungkapkan, tidak hanya FPI dan GNPF, ormas-ormas apapun yang bertujuan merusak kondusifitas sudah seharusnya dibubarkan.
-
Menurut Rahmad, secara resmi FPI dan GNPF MUI di Balikpapan belum ada dan memang sebelumnya pernah mengajukan izin pembentukan tetapi belum disetujui.
-
Aliansi Pemuda-Pemudi Muslim Balikpapan (APPMB) bergeser dari depan kantor Walikota Balikpapan memasuki halaman dalam, Senin (9/1/2017).
-
Mereka juga menolak adanya pembentukan ormas Front Pembela Islam (FPI) dan GNPF-MUI di seluruh wilayah Kota Balikpapan.
-
Akibat dari ditutupnya Jalan Juanda tersebut, kemacetan mulai dari ujung Jalan Juanda arah Suryanata Samarinda mulai padat merayap.
-
Hal yang dijawabnya yakni terkait adanya informasi berupa foto bertuliskan 'Pak Gubernur, Kami Bukan Teroris' dalam aksi demo tersebut.
-
Jusuf Kalla mengakui keikutsertaan Joko Widodo dan dirinya dalam shalat Jumat tersebut berlangsung mendadak dan spontan.
-
Banyak relawan yang secara sukarela memungut sampah di lokasi doa bersama, mulai dari kawasan Monas, Bundaran Indosat, hingga Bundaran HI.
-
Hal ini menjadi perhatian para netizen lantaran saat rombongan datang, Jokowi--sapaan karib Joko Widodo--membawa payungnya sendiri.
-
Tuntutan aksi 4 November sudah diwujudkan, yakni memproses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
-
Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir adanya gerakan massa yang berniat untuk melakukan aksi unjuk rasa 212 di Jakarta.
-
"Imbauan juga dilakukan GNPF MUI, dilarang membawa senjata. Ini bahaya, di antaranya ada yang digunakan untuk melukai petugas kami," ujar Boy
-
Tak hanya itu, kelompok ini juga terafiliasi dengan gerakan radikal Negara Irak dan Suriah (ISIS).
-
Aksi tersebut dilakukan sejumlah organisasi masyarakat untuk mengawal proses hukum kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur DKI Jakarta.
-
"Pintu Monas tetap dibuka, tetapi yang naik ke atas ditutup," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta
-
Aksi damai ini terkait pernyataan Gubernur Kaltim yang melarang warganya ikut unjuk rasa 2 Desember 2016 mendatang di Jakarta.
-
"Sedang konsolidasi dengan ormas-ormas gabungan dan kita sudah siap," kata Mudiyat Noor, Minggu (27/11/2016).
-
Tujuan demo ini, faktanya, sudah ada niatan lain yaitu ingin dicampur adukan dengan tujuan tertentu. Tujuan itu yang berafiliasi pada paham-paham ISIS
-
Beruntung niatan tersebut gagal lantaran seluruh pasukan baik TNI maupun Polri yang mengawal aksi damai 4 November dilarang membawa senjata.
-
"Kiyai Pondok Pesantren Buntet menyatakan dengan tegas menolak untuk melaksanakan aksi demonstrasi," kata Adib.
-
Wakapolda Metro Jaya Brigjen (Pol) Suntana mengaku terdapat pemberitahuan adanya kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi unjuk rasa
-
Menurut mazhab itu, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa
-
Beberapa pihak ingin memanfaatkan momentum badai bertajuk penistaan agama yang disangkakan pada salah satu calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada.
-
Sekitar 400 orang personel Brimob Polda Kaltim dikirim ke Jakarta mengamankan aksi damai lanjutan yang digadang dilakukan kelompok Islam.
-
Pengecekan kendaraan tempur maupun operasional diminta oleh kedua jenderal bintang 2 tersebut kepada jajaran di bawahnya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved