Travel
Bukan Sekadar Pantai, Intip Pesona Bukit Peramun, Hutan Digital Pertama di Belitung yang Mendunia
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, Bukit Peramun di Desa Air Selumar menawarkan sensasi petualangan hutan
TRIBUNKALTIM.CO, BELITUNG – Destinasi wisata di Belitung kini tidak lagi hanya identik dengan hamparan pasir putih dan batu granit di tepi pantai.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, Bukit Peramun di Desa Air Selumar menawarkan sensasi petualangan hutan yang memadukan keasrian alam dengan teknologi mutakhir.
Dikenal sebagai "Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat" oleh MURI sejak 2023, Bukit Peramun berhasil mentransformasi cara wisatawan berinteraksi dengan alam melalui inovasi digital yang interaktif.
Salah satu daya tarik utama di Bukit Peramun adalah penggunaan aplikasi berbasis Android bernama Kepo (Kenali Pohon).
Baca juga: IKN Diserbu 59 Ribu Pengunjung Saat Paskah, Aktivitas Tanam Pohon Jadi Daya Tarik
Inovasi ini lahir dari kendala pemandu lokal yang sering kesulitan menjelaskan detail jenis tanaman secara berulang.
"Kami mengenalkan informasi secara interaktif melalui visual dan audio. Ada gambar robot dan penjelasan dalam Bahasa Indonesia serta Inggris. Ini jauh lebih efektif dibanding sistem barcode atau teks panjang yang sering membuat pengunjung bosan," ujar Wahyu Ramadhan, IT Support Bukit Peramun, Sabtu (25/4/2026).
Uniknya, penggunaan teknologi ini tetap mengedepankan prinsip konservasi. Penanda pada pohon tidak menggunakan paku atau kawat, melainkan hanya cat sederhana agar tidak merusak jaringan tanaman.
Selain edukasi digital, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman fisik yang menantang:
- Trekking dan Batu Kembar:
Menyusuri jalur hutan yang dihiasi batu granit raksasa ikonik yang disebut Batu Kembar.
- Melihat Tarsius:
Bertemu dengan primata terkecil di dunia yang langka. Namun, satwa eksotis ini hanya dapat ditemui pada malam hari.
- Kuliner di Puncak:
Menikmati hidangan khas lokal sembari memandang cakrawala dari ketinggian bukit.
Transformasi Wisata: Dari Kuantitas ke Kualitas
Menariknya, Bukit Peramun kini tidak lagi mengejar kunjungan massal.
Sejak pandemi, pengelola yang tergabung dalam Air Selumar Community mengubah strategi menjadi wisata berbasis komunitas yang lebih bernilai tinggi.
Baca juga: Wisata Alam Tane Olen Setulang di Malinau, Unjuk Keistimewaan Konservasi Ikan dan Hukum Adat
Ketua komunitas, Fahri Rizaldi, mengungkapkan bahwa meski jumlah wisatawan menurun, pendapatan justru melonjak hingga 70 persen.
Hal ini dikarenakan paket wisata yang ditawarkan lebih eksklusif dan berkualitas.
| 3 Rekomendasi Bakso di Solo yang Super Enak untuk Makan Siang, Alamat Bakso Kadipolo |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Tengkleng di Solo Super Enak untuk Sarapan, Alamat Sate Kambing Mbok Galak |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Soto Mie Legendaris di Bogor Cocok untuk Sarapan, Alamat Soto Mie Pak Kumis |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Kupat Tahu di Bandung Cocok untuk Sarapan, Alamat Kupat Tahu Gempol |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Nasi Goreng Super Enak di Bandung untuk Makan Malam, Alamat Nasi Goreng Portal GG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260427_Wisata-Alam-Belitung-Pohon-Digital.jpg)