Berita Berau Terkini
3 Pelatihan Ekonomi Kreatif Berau di Tengah Efisiensi Anggaran
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan, langkah ini dilakukan karena adanya efisiensi anggaran.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tahun ini hanya melaksanakan tiga pelatihan khusus untuk ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan, langkah ini dilakukan karena adanya efisiensi anggaran.
Namun pihaknya tetap mengupayakan agar pelaku ekraf mendapat ruang untuk mengembangkan kapasitasnya.
“Kalau tahun lalu pelatihan ekraf lebih banyak, tahun ini memang ada efisiensi. Tapi tetap kami laksanakan, paling tidak mendekati tahun sebelumnya,” ungkap Ilyas Natsir yang dikutip TribunKaltim.co, Sabtu (23/8/2025).
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Bupati Frederick Edwin Minta Jalan Samarinda-Kutai Barat Tetap Diprioritaskan
Tiga pelatihan yang dimaksud, yakni:
- Pelatihan cenderamata di Kampung Bana Baru;
- Pelatihan desain grafis di Kampung Dumaring;
- dan pelatihan kuliner yang rencananya digelar September mendatang di Tanjung Redeb.
Adapun dua kegiatan pertama telah terlaksana. Sementara untuk pelatihan kuliner, masih akan ditentukan fokus materinya, apakah pada olahan makanan berat atau makanan ringan.
“Kita lihat nanti, mana yang akan lebih diutamakan. Rencananya memang di perkotaan saja,” katanya.
Diusulkan pada APBD Perubahan
Sementara itu, pelatihan desain grafis di Dumaring sendiri berlangsung pada 9 Juli hingga 10 Juli lalu di Taman Sungai Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta, terdiri dari pelaku ekraf, BUMK, aparat kampung, serta Pokdarwis dari empat kampung pesisir, yakni:
- Talisayan;
- Biatan;
- Batu Putih;
- dan Biduk-Biduk.
Mengacu pada Tata Kelola Layanan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Talanpekda) 2024–2028, Kabupaten Berau memiliki enam subsektor ekraf.
Tiga subsektor dinilai unggulan, yakni:
- Wastra dan kriya;
- Kuliner;
- serta seni pertunjukan.
Sedangkan tiga subsektor lainnya digolongkan sebagai potensial, meliputi fotografi, video dan film, musik, serta aplikasi dan desain.
Ke depan, pihaknya berencana mengusulkan kembali tambahan kegiatan pelatihan melalui APBD perubahan.
Hal ini untuk menambah ruang pembinaan bagi subsektor ekraf yang belum tersentuh.
Baca juga: Wabup PPU Kunjungi Pemkot Yogyakarta, Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan UMKM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250823_Ekonomi-Kreatif-Balikpapan-2025.jpg)