Berita Balikpapan Terkini

Pemangkasan Dana Transfer Daerah, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri Minta Penguatan PAD

Alwi Al Qadri mengungkapkan pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat tahun ini menjadi ujian besar bagi daerah

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
PEMANGKASAN DANA STRANFER - Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyebut pemangkasan dana pusat menjadi ujian besar bagi Balikpapan. Ia menekankan perlunya penguatan PAD agar kota tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.  (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemangkasan dana transfer pusat untuk Balikpapan tahun ini mencapai sekitar 50 persen.

Dampaknya, sejumlah kegiatan pemerintah kota tidak dapat dilaksanakan dan ketergantungan terhadap dana pusat dinilai terlalu tinggi.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengungkapkan pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat tahun ini menjadi ujian besar bagi daerah.

Anggaran yang diperkirakan mencapai Rp300 miliar hingga Rp400 miliar, namun baru masuk Rp99 miliar.

Baca juga: Walikota Rahmad Mas’ud Sambut Dubes RI untuk Kazakhstan, Bahas Peluang Ekspor Balikpapan

"Ini menurut saya sangat berdampak karena sudah masuk dalam batang tubuh kegiatan-kegiatan di Kota Balikpapan," ujar Alwi, Kamis (28/8/2025).

Akibat pemangkasan ini, sejumlah kegiatan tidak dapat dijalankan.

Alwi menyatakan pihaknya belum mengetahui apakah akan ada transfer susulan atau tidak.

Hanya saja, lanjut dia, Balikpapan tidak sendirian mengalami pengurangan dana pusat ini. Melainkan juga di tingkat provinsi.

Namun jika tidak ada transfer susulan, maka dampak yang dialami Balikpapan lebih besar, yakni mencapai 60 hingga 70 persen.

Lebih lanjut, Alwi memastikan DPRD akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mengetahui kepastian alokasi dana ke depan.

Disamping itu, menurut dia, penguatan PAD diperlukan agar Balikpapan tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.

Ia menekankan pentingnya peran Dispenda untuk bekerja keras meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Tahun ini PAD harus tercapai, dan tahun depan insyaallah menaikkan PAD. Banyak PAD yang ibaratnya kecolongan padahal mestinya masih bisa kita optimalkan," tegas Alwi. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved