Patung Lembuswana di Samarinda
Pemprov Kaltim Rogoh Kocek Hampir Rp2 Miliar Buat Dua Patung Lembuswana di Samarinda
Pemerintah Provinisi Kalimantan Timur rogoh kocek hampir Rp2 Miliar buat dua patung lembuswana di lokasi berbeda.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinisi Kalimantan Timur rogoh kocek hampir Rp2 Miliar buat dua patung lembuswana di lokasi berbeda.
Melalui Dinas PUPR-PERA, dua ikon baru berupa patung Lembuswana di dua lokasi berbeda itu telah diresmikan oleh Wakil Gubernur pada hari ini, Rabu (10/9/2025).
Kedua patung ikonik berwarna emas tersebut tersebut kini berdiri megah di bundaran Stadion Utama Palaran dan di kawasan Bandara APT Pranoto.
Baca juga: Kejati Kaltim Didesak Segera Tetapkan Tersangka Korupsi DBON, Beber Daftar 47 Saksi ke Publik
Dana Hibah Lembaga Budaya Adat Kutai
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-PERA Kaltim, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa rangkaian pembangunan patung Lembuswana ini dimulai sejak tahun 2023 melalui skema perubahan anggaran.
"Di tahun 2023 melalui dana APBD Provinsi, dana hibah, jadi Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini memberikan hibah kepada lembaga budaya adat kutai," ucapnya.
Proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan perencanaan yang matang pada tahun 2023 melalui anggaran perubahan, kemudian pembangunan fisiknya baru dilaksanakan pada tahun 2024.
Pelaksanaan proyek ini melibatkan dua kontrak terpisah, yakni untuk pembangunan fisik dan pengawasannya.
Anggaran yang Digelontorkan
Patung Lembuswana yang terletak di bundaran Stadion Utama Palaran memiliki luas area sekitar 38 meter persegi.
Konstruksi patung ini dibangun dengan fondasi batu gunung yang kokoh, dilengkapi dengan dudukan patung, sementara patung Lembuswana sendiri terbuat dari bahan aluminium.
"Kurang lebih nilai kontrak untuk bangunan kita ini (Patung Lembuswana yang di Stadion Palaran) adalah Rp 900 juta sekian. Sementara kalau yang di APT Pranoto lebih luas sedikit. Jadi, luas bangunan adalah kurang lebih 78 meter persegi, dengan nilai kontrak fisik kurang lebih Rp 1 miliar," jelasnya.
Patung kedua yang berada di kawasan Bandara APT Pranoto memang memiliki dimensi yang lebih besar dengan luas area mencapai 78 meter persegi, sehingga memerlukan anggaran yang lebih besar pula.
Pembangunan kedua patung Lembuswana ini berhasil diselesaikan tepat waktu pada tahun 2024.
Rahmad Hidayat mengungkapkan rasa syukur atas terselesaikannya proyek ini dan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah pesatnya pembangunan di Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250910-Patung-lembuswana-01.jpg)