Selasa, 14 April 2026

Beita Kaltim Terkini

5 Daerah dengan Minat Membaca Paling Rendah di Kalimantan Timur

Inilah daftar daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tingkat kegemaran membaca paling rendah.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Christnina Maharani
Freepik
MINAT MEMBACA KALTIM - Ilustrasi, menampilkan anak-anak yang sedang membaca buku bersama. Inilah lima daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan minat membaca paling rendah berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024. (Freepik) 

TRIBUNKALTIM.CO - Minat membaca masyarakat mengalami tantangan besar di tengah gempuran konten digital yang semakin mendominasi ruang-ruang publik dan pribadi. Mudahnya akses informasi melalui beragam konten yang dikemas dalam bentuk tayangan singkat di media sosial perlahan menggantikan kegiatan membaca.

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai daerah yang tengah berkembang pesat, juga tidak lepas dari dinamika ini.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan hasil Survei Tingkat Gemar Membaca (TGM) oleh Perpustakaan Nasional pada 2024 lalu, terdapat lima daerah yang tercatat memiliki minat membaca terendah di Kalimantan Timur

Data tersebut diukur melalui beberapa indikator penilaian, yakni frekuensi membaca per minggu, durasi membaca per hari, banyaknya buku yang dibaca per triwulan, frekuensi akses internet per minggu hingga durasi akses internet per harinya.

Berbagai indikator ini erat kaitannya dengan kualitas pendidikan, daya kritis masyarakat dan kesiapan dalam menghadapi era digital yang membutuhkan literasi informasi yang tinggi.

Baca juga: 5 Daerah di Kaltim yang Warganya Paling Suka Membaca, Samarinda Teratas!

Meskipun sebagian besar masyarakat aktif di media sosial atau platform liburan, kemampuan menyerap informasi melalui bacaan tetap tidak tergantikan.

Dari total 10 kabupaten dan kota di Kaltim, Mahakam Ulu menjadi daerah dengan minat membaca paling rendah. 

Selengkapnya, simak data yang telah kami rangkum berikut ini.

Kabupaten Mahakam Ulu 

  • Skor: 59,46
  • Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
  • Durasi membaca: berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit
  • Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
  • Frekuensi akses internet: 3-4 jam per minggu
  • Durasi akses internet: 1 jam hingga 1 jam 59 menit

Mahakam Ulu menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur yang signifikan. Rendahnya skor minat membaca mencerminkan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas literasi

Meskipun masyarakat di Mahakam Ulu memiliki waktu luang, preferensi terhadap konten digital belum berkembang secara optimal untuk mendukung literasi.

Kabupaten Paser

  • Skor: 59,74
  • Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
  • Durasi membaca: berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit
  • Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
  • Frekuensi akses internet: 3-4 jam per minggu
  • Durasi akses internet: 1 jam hingga 1 jam 59 menit

Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan.

Namun, rendahnya minat membaca menunjukkan perlunya revitalisasi program literasi di tingkat komunitas dan sekolah. 

Kabupaten Kutai Barat

  • Skor: 60,45
  • Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
  • Durasi membaca: berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit
  • Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
  • Frekuensi akses internet: 3-4 jam per minggu
  • Durasi akses internet: 1 jam hingga 1 jam 59 menit

Baca juga: 5 Daerah di Kaltim dengan Kualitas Hidup Terbaik 2024

Rendahnya skor yang dimiliki oleh Kutai Barat ini menandakan, meskipun masyarakat mungkin telah memiliki akses dasar terhadap bacaan atau internet, kebiasaan membaca belum terbangun secara merata.

Kabupaten Penajam Paser Utara

  • Skor: 66,41
  • Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
  • Durasi membaca: berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit
  • Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
  • Frekuensi akses internet: 3-4 jam per minggu
  • Durasi akses internet: 1 jam hingga 1 jam 59 menit

Sebagai bagian dari wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

Namun, data menunjukkan bahwa kebiasaan membaca belum menjadi prioritas. Perlu ada intervensi kebijakan yang mendorong literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di era transformasi digital.

Kabupaten Berau

  • Skor: 67,54
  • Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
  • Durasi membaca: berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit
  • Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
  • Frekuensi akses internet: 5-6 jam per minggu
  • Durasi akses internet: 1 jam hingga 1 jam 59 menit
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved