Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Kampung Mapulu tak Punya Guru SD, Kadis Pendidikan Berau: Suruh Aja Mereka Datang ke Dinas

Tak ada guru SD di Kampung Mapulu, Kadis Pendidikan Berau: suruh ada mereka ke dinas kan

Tayang:
HO/Dokumentasi Sekretaris Kampung Mapulu/Iis
MURID SD MAPULU - Perjuangan murid-murid SD Mapulu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) saat harus belajar ke Kampung Panaan, kampung tetangganya. Murid SD Mapulu harus belajar ke Kampung Panaan lantaran tak ada guru di sekolah mereka, meski bangunannya ada. Perjuangan murid SD Mapulu semakin sulit ketika jembatan penghubung putus, hingga mereka harus menyeberangi sungai. Tak ada guru SD di Kampung Mapulu, Kadis Pendidikan Berau: suruh ada mereka ke dinas kan. (HO/Dokumentasi Sekretaris Kampung Mapulu/Iis) 

Sebelumnya, Sekretaris Kampung Mapulu, Iis membantah anggapan para orangtua di kampungnya enggan menyekolahkan anak.

Menurutnya, persoalan utama adalah absennya tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Bukan tidak disekolahkan, tapi tidak ada guru yang mengajar di SD di Kampung Mapulu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihak kampung telah beberapa kali menyampaikan permintaan solusi kepada Dinas Pendidikan Berau.

Bahkan, ia menempuh perjalanan sekitar enam jam ke Tanjung Redeb, namun hingga kini hasilnya nihil.

“Jawaban mereka selalu terkendala aturan, tapi apa tidak ada solusi lainnya?

Kami juga tidak bisa langsung menghadap kepada Bupati Berau,” tegas Iis.

Kondisi Terkini di Mapulu

Perjuangan murid-murid SD Kampung Mapulu untuk belajar ke Kampung Panaan ini kian sulit lantaran mereka harus seberangi sungai.

Jembatan kayu yang semula menghubungkan Kampung Mapulu dan Kampung Punai putus sejak Mei 2025 lalu.

Karenanya, murid-muris SD Kampung Mapulu kini harus berjalan kaki dan menyeberangi sungai Kelay untuk bisa belajar di Kampung Panaan.

Perjuangan murid-murid SD ini menjadi kekhawatiran pihak kampung lantaran para murid SD yang masu sekolah harus menyeberangi sungai. 

Menurut Iis, meski jarak menyeberangnya tidak jauh, namun anak SD masih tergolong kecil untuk melewati medan itu.

Dengan medan yang harus dilalui, saat arus deras, biasanya murid SD ini tak diperbolehkan untuk menyeberang dan libur sekolah.

Terkadang, murid SD Kampung Mapulu ini naik perahu milik warga tanpa membayar ongkos.

“Saat ini akses jembatan putus, masih dalam perbaikan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved