Berita Samarinda Terkini
DLH Samarinda Tutup TPS di Jalan Teuku Umar dan Bangun TPS Baru di Pasar Kedondong
Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang melintas
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, bukan sekadar soal estetika kota.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menegaskan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat dan petugas saat proses pengangkutan sampah berlangsung di jalur padat kendaraan.
Kepala Bidang Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, mengatakan bahwa TPS Teuku Umar yang dikenal masyarakat sebagai TPS DPRD Kaltim per hari ini, Senin (22/9), resmi berhenti beroperasi.
Baca juga: Banjir Samarinda Kian Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Penanganan Menyeluruh
“Benar akan dilakukan penutupan dan batas terakhir penggunaannya adalah hari ini karena besok bangunan TPS tersebut akan dihancurkan. Opsi alternatif pembuangan sampah ada tiga yaitu di TPS Pasar Kedondong, TPS Adam Malik, dan TPS Loa Bahu,” jelasnya pada TribunKaltim.
Menurut Boy, keputusan pemindahan bukan tanpa alasan.
Lokasi TPS yang dekat dengan pagar kantor Dinas PUPR-Pera Kaltim dan berseberangan dengan gedung DPRD Kaltim kerap menimbulkan kemacetan karena aktivitas bongkar muat truk sampah berlangsung tepat di tepi jalan raya. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengendara maupun petugas.
“Alasan khususnya dipindah TPS di Teuku Umar adalah mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang melintas saat kami sedang proses pengangkutan dan juga keselamatan petugas DLH itu sendiri,” tegasnya.
Meski begitu, ia tak menutup mata bahwa pengalihan sampah berpotensi memberi dampak, khususnya di TPS Pasar Kedondong.
Untuk itu, DLH meningkatkan frekuensi pengangkutan dari empat kali menjadi enam kali dalam sehari.
“Untuk pengambilan sampah yang sebelumnya empat kali pengangkutan menjadi enam kali dalam sehari, yakni pagi, siang, sore, dan malam,” tambah Boy.
DLH juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan membangun TPS baru di area UPT Pasar Kedondong, sekitar 50 meter dari titik lama, agar pengelolaan lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Boy berharap, masyarakat bisa bersabar selama masa transisi ini.
“Pengangkutan sampah berkala yang kami lakukan sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap arus lalu lintas terutama saat pagi dan siang. Tapi kami berharap masyarakat bisa memaklumi terkait hal ini dan bersedia menunggu sampai bangunan TPS Pasar Kedondong yang baru dan lebih layak selesai dibangun,” pungkasnya. (*)
| Disorot Pansus, Proyek Kolam Retensi Rp28 Miliar di Sempaja Samarinda Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Gasak Motor Mahasiswa saat Dini Hari, Seorang Pengangguran di Samarinda Ulu Diringkus Polisi |
|
|---|
| Terapkan Prinsip Zero Tolerance, Pemkot Samarinda Bentuk Satgas Lawan Kecurangan SPMB |
|
|---|
| SPMB 2026/2027 Mulai Dimatangkan, Disdikbud Samarinda Siapkan Sistem Ketat Cegah Siswa ‘Titipan’ |
|
|---|
| Walikota Samarinda Beri Dissenting Opinion saat RUPS Bankaltimtara, Soroti Kredit Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250922_TPS-di-depan-gedung-DPRD-Kaltim.jpg)