Selasa, 19 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Waspada Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Pastikan Pegang Data 2.687 Pedagang

Waspada penipuan jual beli lapak Pasar Pagi Samarinda, Kaltim. Pemkot Samarinda pastikan pegang data 2.687 pedagang, tak ada pungutan.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
LAPAK PASAR PAGI - Arsup foto suasana revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Jumat (18/9/2025). Waspada penipuan jual beli lapak Pasar Pagi Samarinda, Kaltim. Pemkot Samarinda pastikan pegang data 2.687 pedagang, tak ada pungutan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Waspada penipuan jual beli lapak Pasar Pagi Samarinda, Kaltim.

Pemkot Samarinda pastikan pegang data 2.687 pedagang Pasar Pagi, by name by address.

Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli lapak dalam proses penataan Pasar Pagi yang tengah direvitalisasi. 

Hal itu diungkapakan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Marnabas Patiroy. 

“Jangan sampai ada orang tiba-tiba membayar lapak di Pasar Pagi, itu tidak ada. Jadi kalau ada, berarti orang itu tidak bertanggung jawab,” tegas Marnabas.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Pedagang Tunggu Undian Lapak Pasca Finalisasi

Ia mengungkapkan, dirinya menerima informasi adanya pihak yang menawarkan lapak dengan imbalan sejumlah uang.

Namun Pemkot memastikan praktik tersebut tidak benar dan tidak pernah diberlakukan dalam proses penataan.

“Itu tidak ada bayar-bayaran,” ujarnya menegaskan.

Menurut Marnabas, saat ini Pemkot telah memiliki data lengkap pedagang Pasar Pagi yang berjumlah sekitar 2.687 orang, dengan rincian 2.500 pedagang aktif dan sisanya tidak lagi beraktivitas. 

Dengan basis data tersebut, tidak ada celah bagi pihak manapun untuk mengklaim dapat memberikan lapak secara instan kepada pedagang baru dengan imbalan uang.

“Datanya sudah ada by name by address, jadi tidak ada lagi orang-orang yang misalnya tiba-tiba bisa dapat, terus dikasih uang, itu tidak ada. Saya pastikan kalau memang seperti itu, berarti nanti dia rugi sendiri,” tutur Marnabas.

Ia menilai rumor yang beredar sebagai bentuk upaya sebagian orang memanfaatkan situasi.

Karena itu, Pemkot Samarinda meminta masyarakat, khususnya pedagang, untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh oleh tawaran yang tidak bertanggung jawab.

Dengan penegasan ini, Pemkot Samarinda berharap pedagang tetap tenang dan menunggu mekanisme resmi yang telah disiapkan dalam rangka pengoperasian kembali Pasar Pagi setelah rampung direvitalisasi.

“Kalau ada yang mengaku bisa membantu orang mendapatkan lapak dan dibayar, itu keliru,” pungkasnya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved