Berita Balikpapan Terkini
SMKN 3 Balikpapan Klarifikasi Isu Keracunan MBG, Kepsek Sukarni Sebut Kelelahan
Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Balikpapan, Sukarni Candra, angkat bicara soal anak didiknya diduga keracunan.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Balikpapan, Sukarni Candra, angkat bicara soal anak didiknya diduga keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Ia menegaskan, dugaan keracunan makanan yang ramai diperbincangkan publik tidak benar, karena kondisi siswa tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor kelelahan setelah olahraga dan keterlambatan waktu makan.
Peristiwa itu terjadi pada awal pekan ini ketika kegiatan pembagian MBG untuk siswa SMKN 3 Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, berlangsung.
Sukarni menjelaskan, biasanya pembagian makanan dilakukan pada pukul 08.00 hingga 09.00 Wita.
Baca juga: Pelajar Minta Makanan Kekinian dalam MBG Bisa Dipenuhi, Nutrisionis Dinkes Kaltim Punya Ketentuannya
Namun, pada hari tersebut terjadi keterlambatan, sehingga makanan baru bisa dibagikan sekitar pukul 11.00 Wita.
"Anak ini awalnya olahraga, kecapean, kemudian makan MBG-nya memang agak telat," ujar Sukarni, Jumat (26/9/2025).
Kondisi itu, lanjutnya, membuat sebagian siswa yang baru makan setelah beraktivitas berat mengalami keluhan kesehatan.
Tercatat ada lima siswa yang mengalami gejala lemas dan langsung mendapatkan penanganan.
Empat di antaranya langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan satu siswa lainnya dibawa belakangan menggunakan transportasi daring dan sempat viral di media sosial.
"Padahal itu tidak sakit karena MBG, tetapi karena kecapean," tegas Sukarni.
Ia menyebut, seluruh siswa tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan olahraga yang cukup menguras energi.
Kondisi perut kosong yang berlangsung cukup lama sebelum makan turut menjadi faktor yang memicu keluhan kesehatan.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Rumah Sakit menunjukkan tidak ada indikasi keracunan pada kelima siswa tersebut.
Pemeriksaan darah mereka dinyatakan negatif dan semuanya diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
"Setelah diteliti dan dianalisis darahnya oleh dokter, ternyata hasil darahnya semuanya negatif (racun)," ungkap Sukarni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250926_MBG-di-Balikpapan-Bukan-Keracunan.jpg)