Berita Kubar Terkini
Dapur SPPG di Kubar Wajib Miliki SLHS dan Pakai Air Galon
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan standar baru bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mendistribusikan program MBG
Penulis: Febriawan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR - Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan standar baru bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG).
Kini, BGN mewajibkan SPPG salah satunya harus memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Persyaratan tersebut berlaku terhadap dapur SPPG di seluruh wilayah tak terkecuali di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Koordinator SPPI-BGN Kabupaten Kutai Barat Yugis Asih, mengungkapkan, SLHS sendiri merupakan izin yang diterbitkan dinas kesehatan bagi penyedia jasa makanan yang telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan.
Aturan tegas BGN tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk menghindari adanya potensi gangguan kesehatan akibat konsumsi MBG.
Baca juga: Orangtua di Balikpapan dan Samarinda Khawatir Kualitas Makan Bergizi Gratis, Hemat Tapi Was-was
Dia menjelaskan, setiap dapur SPPG selain wajib untuk memiliki SLHS, tetapi juga sertifikat halal, dan sertifikat penggunaan air layak pakai.
Kebijakan ini merupakan langkah perbaikan dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menegaskan, SPPG harus menuntaskan kewajiban persyaratan tiga sertifikat itu dalam jangka waktu satu bulan. Jika tidak, dapur SPPG MBG yang tak memenuhi syarat bisa terancam ditutup.
"Dalam waktu satu bulan, setiap SPPG harus wajib memiliki yakni SLHS, sertifikat halal, sertifikat penggunaan air layak pakai yakni menggunakan air galon," ujar Yugis, Selasa (30/09/2025).
Diungkapkan, program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, mulai berjalan di Melak, Barong Tongkok dan Sekolaq Darat sejak 25 Agustus 2025 lalu.
Sebanyak 26 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA, menjadi sasaran penyaluran tahap pertama dengan total ribuan siswa penerima manfaat.
"Di Kubar saat ini ada dua dapur. Pertama Dapur Sekolaq Darat, yang melayani 13 sekolah dengan total penerima 2.454 siswa. Selanjutnya SPPG Mabes Polri, yang melayani 13 Sekolah dengan total peneriman 3.520 siswa," jelasnya.
Data mencatat ada lebih dari 6 ribu siswa yang akan bertahap menerima manfaat MBG. Namun di periode pertama ini baru 26 sekolah, dan sekarang telah berjalan setiap hari.
Secara bertahap, program MBG di Kubar akan menjangkau seluruh sekolah di Kecamatan Melak dan Sekolaq Darat.
Yugis Asih mengakui, program MBG di Kubar belum menyasar semua kecamatan. Saat ini baru ada tiga yayasan yang terdaftar sebagai mitra BGN, yakni Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Pendidikan Geleo Asa, dan Yayasan Pendidikan Hidayatullah Royoq.
Baca juga: Orangtua di Balikpapan Sebut Program Makan Bergizi Gratis Bantu Hemat Uang Saku
| Daftar Wilayah di Kutai Barat yang Terendam Banjir Hari Ini, Debit Air Sungai Mahakam Masih Naik |
|
|---|
| BPBD Kubar Dirikan Posko dan Kerahkan 3 Tim, Upaya Penanganan Banjir Terus Dimaksimalkan |
|
|---|
| Kejari Kubar Klarifikasi Proses Eksekusi Terpidana Kasus Tambang, Tegaskan Putusan Sudah Inkrah |
|
|---|
| Usai Dipecat, Eks Kasat Narkoba Polres Kubar Kenakan Baju Tahanan, Ditahan di Rutan Bareskrim |
|
|---|
| Eks Kasat Narkoba Polres Kubar Dibawa ke Jakarta, AKP Deky Tiba di Bareskrim dengan Tangan Diborgol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250930-MBG-di-Kubar.jpg)