Senin, 27 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Terungkap Alasan Dapur MBG di Balikpapan Ditutup Sementara, Ada Perseteruan Mitra dan SPPG?

Terungkap alasan satu dapur MBG di Balikpapan ditutup sementara. Diketahui ada perseteruan mitra dan SPPG di balik penghentian tersebut.

Kolase Tribun Kaltim / Zein
PROGRAM MBG KALTIM - Ilustrasi MBG di Kaltim. Terungkap alasan satu dapur MBG di Balikpapan ditutup sementara. Diketahui ada perseteruan mitra dan SPPG di balik penghentian tersebut. (Kolase Tribun Kaltim / Zein) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Terungkap alasan satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan ditutup sementara. 

Belakangan diketahui ada perseteruan mitra dan SPPG di balik penghentian tersebut.

Menurut informasi yang diterima TribunKaltim.co, dapur tersebut beroperasi dalam lingkup hotel bintang tiga yang berlokasi di Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kabarnya ada persoalan yang mengarah pada perseteruan dalam hal administratif antara mitra dan SPPG

Dikonfirmasi lebih lanjut, Koordinator Wilayah BGN Balikpapan, Laila Suci, menepis kabar tersebut. 

Baca juga: Takumu Nishihara Gacor! Striker Persiba Balikpapan Top Skor Pegadaian Championship 2025/26

Alih-alih penutupan atau pembekuan, Laila lebih menggunakan istilah penghentian sementara, sehingga tak berlaku permanen.

"Bukan ditutup, itu sementara berhenti beroperasional karena masih ada masalah internal," bantah Laila, Rabu (1/10/2025). 

Namun demikian, Laila tak membeberkan masalah internal yang mengakibatkan penghentian sementara dapur tersebut. 

Ia sebatas menerangkan, langkah itu diambil karena perlu proses renovasi sehingga dapur benar-benar proporsional dan layak beroperasi.

Menurutnya, jika dapur tidak memenuhi standar kelayakan, hal itu dikhawatirkan akan memengaruhi kegiatan operasional secara keseluruhan.

"Dihentikan sementara saja. Dari kejadian itu juga, kami semakin memastikan semuanya berjalan sesuai standar," tegasnya.

Disinggung soal antisipasi kejadian keracunan MBG di daerah lain, Laila menyebut pihaknya memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan pelatihan penjamah makanan dilakukan terlebih dahulu sebelum operasional kembali berjalan.

Upaya ini bertujuan untuk mencegah potensi insiden yang tidak diinginkan seperti kasus keracunan.

Ditanya soal laporan keluhan, dia mengklaim tidak ada laporan dan meyakini semua baik-baik saja. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved