Selasa, 28 April 2026

Berita Kaltim Terkini

5 Daerah Paling Rawan Penyakit Malaria di Kalimantan Timur

Menurut data BPS, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat Angka Kesakitan Malaria (API) tertinggi.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
Canva AI
KASUS PENYAKIT MALARIA - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Rabu (8/10/2025), nyamuk menyuntikkan air liurnya. Menurut data BPS, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat Angka Kesakitan Malaria (API) tertinggi. (Canva AI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Data kasus penyakit di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kabupaten/kota, khususnya pada kasus penyakit menular. 

Meskipun perhatian publik sering terpusat pada Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, data dari Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular yang diolah BPS menempatkan malaria sebagai ancaman serius di beberapa wilayah.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat Angka Kesakitan Malaria (API) tertinggi.

Menurut data API (Angka Kesakitan Malaria per 1.000 Penduduk) Tahun 2024, secara keseluruhan, rata-rata kasus malaria di Kalimantan Timur berada di angka 0,40. 

Baca juga: Top 5 Daerah Pengguna Kayu Bakar Terbanyak di Kalimantan Timur

Namun, angka ini melonjak drastis di Penajam Paser Utara (PPU), yang merupakan bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

PPU mencatat API tertinggi sebesar 6,22, jauh melampaui rata-rata provinsi dan kabupaten/kota lainnya.

Berikut adalah perbandingan angka kesakitan malaria di Kalimantan Timur (per 1.000 penduduk):

1. Kabupaten Penajam Paser Utara: 6,22
2. Kabupaten Berau: 0,92
3. Kabupaten Kutai Timur: 0,91
4. Kabupaten Kutai Kartanegara: 0,43
5. Kabupaten Paser: 0,30
6. Kota Bontang: 0,22
7. Kota Samarinda: 0,13
8. Kabupaten Kutai Barat: 0,11
9. Kota Balikpapan: 0,09
10. Kabupaten Mahakam Ulu: 0  

Selain malaria, data Kalimantan Timur tahun 2024 juga menunjukkan tren kasus penyakit menular lain yang patut diwaspadai.

HIV/AIDS dan TBC

Kota Samarinda dan Kota Balikpapan menjadi pusat penemuan kasus baru HIV/AIDS, dengan masing-masing mencatat 130 dan 58 kasus baru (Total Kaltim: 314 kasus baru).

Sementara itu, untuk penemuan kasus baru TBC, Samarinda juga menempati posisi tertinggi dengan angka 78,5.

Walau demikian, dalam hal Angka Keberhasilan Pengobatan TBC, Kabupaten Berau menunjukkan hasil terbaik dengan 92,9 persen.

DBD dan Kusta

Tingginya kepadatan penduduk dan lingkungan padat memicu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabupaten Penajam Paser Utara juga mencatat angka Kesakitan DBD tertinggi dengan 810,70 per 100.000 penduduk, diikuti oleh Kabupaten Kutai Barat (481,20).

Di sisi lain, untuk kusta, Penajam Paser Utara kembali berada di peringkat atas dengan 6,22 kasus baru per 100.000 penduduk, yang memerlukan perhatian serius pada upaya eliminasi dan screening penyakit tersebut di wilayahnya.

Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved