Kamis, 16 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Disdikbud Balikpapan Benarkan Siswa Terpapar Radikal dan Mampu Merakit Bom, Cek Respons DPRD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan membenarkan siswa terpapar radikal dan mampu merakit bom. Cek respons DPRD Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA INTAN
PAHAM RADIKAL - Arsip foto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik,Senin (7/7/2025). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan membenarkan siswa terpapar radikal dan mampu merakit bom. Cek respons DPRD Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO// ARY NINDITA) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan membenarkan siswa terpapar radikal dan mampu merakit bom.

Cek respons DPRD Balikpapan menanggapi kasus pelajar Balikpapan terpapar paham radikal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik membenarkan adanya kasus seorang pelajar SMA yang terpapar paham radikal di Kota Balikpapan.

"Iya benar, sekolahnya kami rahasiakan, ada satu orang pelajar," ungkap Irfan kepada TribunKaltim.co

Baca juga: Polda Kaltim Gencarkan Kampanye Anti Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi

Namun, ketika dimintai keterangan lebih rinci, Irfan memilih untuk tidak memberikan detail tambahan terkait kasus tersebut.

Respons DPRD Balikpapan

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah penyebaran ideologi berbahaya di kalangan pelajar di Balikpapan.

Pasalnya, menurut Gasali, dunia pendidikan memiliki dua ruang tanggung jawab berbeda.

"Ada saat anak berada di dalam lingkungan sekolah, berarti itu menjadi tanggung jawab sekolah. Namun setelah mereka berada di luar sekolah, tanggung jawab itu kembali kepada orang tua," ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk membentengi generasi muda dari paparan radikalisme.

Gasali menyebut, Dinas Pendidikan sebagai mitra DPRD perlu memastikan setiap sekolah mampu membangun komunikasi intensif dengan orangtua.

Baca juga: Guru di Kukar Ikuti Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme

Ia menilai, pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial, harus lebih diperketat agar tidak menjadi celah masuknya paham ekstrem. 

"Koordinasi antara wali murid, pihak sekolah, dan wali kelas sangat penting dalam ruang lingkup kebijakan sekolah," tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya peran aktif seluruh stakeholder dalam pengembangan karakter dan literasi digital anak-anak. 

Dengan komunikasi yang kuat, lanjutnya, setiap potensi penyimpangan bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Gasali berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam melindungi pelajar dari paparan ideologi radikal yang mengancam keamanan serta masa depan generasi muda.

"Kita berharap ke depannya hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi di Kota Balikpapan," tutup Gasali. (Zein Rahmatullah) 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved