Selasa, 7 April 2026

Berita Berau Terkini

Nama Raja Alam Diusulkan Jadi Nama Bandara dan Stadion di Berau

Dinas Sosial Berau mendorong penggunaan nama Raja Alam sebagai nama resmi untuk sejumlah aset besar daerah, seperti bandara dan stadion mini.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PAHLAWAN NASIONAL - Kepala Dinas Sosial Berau Iswahyudi. Dinas Sosial Berau mendorong penggunaan nama Raja Alam sebagai nama resmi untuk sejumlah aset besar daerah, seperti bandara, stadion mini, dan fasilitas publik lainnya. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Sosial (Dinsos) Berau mendorong penggunaan nama Raja Alam sebagai nama resmi untuk sejumlah aset besar daerah, seperti bandara, stadion mini, dan fasilitas publik lainnya. 

Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh perjuangan lokal sekaligus mempercepat proses verifikasi Raja Alam sebagai Pahlawan Nasional.

Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi, mengatakan bahwa penamaan aset publik dengan nama Raja Alam akan memperkuat identitas sejarah dan kebanggaan daerah.

Menurutnya, hal ini juga menjadi salah satu syarat penting dalam proses pengusulan pahlawan nasional.

Baca juga: Keraton Sambaliung Berau: Raja Alam Pantas Sandang Gelar Pahlawan Nasional

“Dengan adanya penggunaan nama Raja Alam, dapat mempercepat verifikasi Raja Alam sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Iswahyudi, Kamis (16/10/2025).

Ia menegaskan, sudah saatnya masyarakat dan pemerintah daerah memberi penghargaan lebih kepada pahlawan asal Berau yang memiliki kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Daerah Berau seharusnya bisa lebih menghargai pahlawan daerah sendiri, dan ini juga salah satu syarat untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” tambahnya.

Iswahyudi menyebut, usulan penggunaan nama Raja Alam di fasilitas publik bukanlah gagasan baru.

Baca juga: Menapak Warisan Raja, Tatap Tenggarong Kukar Menuju Masa Depan Nusantara

Sebelumnya, pihaknya pernah mengusulkan agar nama Raja Alam digunakan pada Bandara Kalimarau.

“Sebenarnya, sudah pernah kami usulkan untuk penambahan Raja Alam di bandara Kalimarau, contohnya seperti itu ya,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinsos Berau juga bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kajian ilmiah dan historis mengenai kiprah Raja Alam dalam perjuangan kemerdekaan.

“Kami bekerja sama dengan UGM untuk mendalami kembali studi literatur tentang Raja Alam, terutama dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Tim penilai pahlawan daerah juga telah dibentuk dan beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat terbatas untuk membahas arah pengusulan,” jelasnya.

Baca juga: Haul Jamak Raja dan Sultan Kutai Kartanegara, Tradisi Sakral yang Terus Dilestarikan

Dalam waktu dekat, direncanakan akan digelar rapat lanjutan bersama tim akademisi UGM.

Rapat ini akan mengevaluasi sejauh mana nilai kepahlawanan Raja Alam memenuhi kriteria nasional, 

baik dari aspek historis, sumber primer, maupun pengaruhnya terhadap masyarakat dan bangsa.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Raja Alam sebagai tokoh penting dalam sejarah perjuangan Kalimantan Timur dan membuka peluang besar bagi penetapan resmi sebagai Pahlawan Nasional. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved