Berita Paser Terkini
DPRD Paser Dukung Pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lori
DPRD Paser mendukung pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Christnina Maharani
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Wacana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan mendapatkan respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser.
Saat ini, KNMP yang diusulkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Paser masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Anggota DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin menyampaikan bahwa anggota legislatif tentu akan mendukung hal yang memiliki nilai manfaat untuk masyarakat luas.
Baca juga: Alasan Desa Lori di Paser Diusulkan jadi Kampung Nelayan Merah Putih
"Kalau memang ada instrumen anggarannya dari pemerintah pusat untuk pembentukan KNMP ini, kami di DPRD Paser tentu akan mendukung," kata Zulfikar saat ditemui TribunKaltim.co di salah satu Cafe di Tanah Grogot, Minggu (19/10/2025).
Selama ini, ungkap Zulfikar, DPRD Paser terus mendorong Dinas Perikanan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perikanan.
Dengan hadirnya KNMP, nantinya fasilitas nelayan baik dari segi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga Cold Storage atau kamar pendingin untuk menampung hasil tangkapan dapat tersedia.
Baca juga: Desa Lori Paser Dipilih sebagai Lokasi Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan
"Setiap kali pertemuan dengan Dinas Perikanan, kami mendorong arahnya ke sana. Untuk instrumen pembiayaannya, dinas terkait yang menentukan polanya. Kalaupun butuh penambahan anggaran di APBD, maka kami akan bantu komunikasi dengan pemerintah daerah utamanya ke Bupati Paser," tambahnya.
Ia menilai, Desa Lori memang salah satu lokasi yang tepat untuk aktivitas perikanan dan kelautan, terutama karena kegiatan ini telah berjalan sejak lama.
Namun, kegiatan tersebut belum terkelola secara resmi oleh pemerintah daerah. Sehingga, PAD pada sektor perikanan dan kelautan di Paser belum berjalan dengan maksimal.
"Nelayan kita banyak melakukan transaksi hasil tangkapan di Desa Lori. Cuma kita tidak tahu ikannya itu dijual ke mana saja dan dari segi PAD juga tidak ada yang masuk ke daerah," ulasnya.
Baca juga: Kamar Pendingin Rusak, Nelayan Desa Lori Paser Kesulitan Simpan Hasil Laut
Karena itu, Dinas Perikanan diminta membuat Rencana Bisnis (Renbis) dengan menentukan wilayah yang potensial untuk membangun TPI agar bisa menyuplai ke seluruh wilayah.
"Ini yang kami dorong sebenarnya dari dulu, supaya PAD kita juga ikut bertambah. Potensi ikan kita besar, tapi banyak yang dijual keluar oleh tengkulak. Sementara, kita tidak tahu berapa kebutuhan masyarakat kita di Paser ini," pungkasnya. (*)
| Peringati Milad ke-24, BSMI Paser Gelar Sunatan Massal dan Pelatihan Medis |
|
|---|
| Satpolairud Polres Paser Bekuk 2 Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Perairan Adang Bay |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penipuan Bisnis Kayu Gaharu di Paser, Korban Rugi Rp585 Juta |
|
|---|
| Jual Laptop Curian, Pelaku Pembobolan Rumah di Paser Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Jadi Kompas Pembangunan Daerah, Pemkab Paser Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251019_Anggota-DPRD-Paser.jpg)