Berita Kaltim Terkini
Kaltim Ikuti Akad Massal KUR Nasional, 400 Pelaku Usaha Teken Kredit Produktif
Penggunaan dana KUR tersebut diharapkan nantinya sesuai dengan peruntukan, bukan untuk hal yang tidak sesuai dengan proposal bisnis.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
Ringkasan Berita:
- Dana KUR harus dipakai sesuai proposal yang diajukan;
- Diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pelaku usaha;
- Pentingnya pendampingan dan pengawasan pemanfaatan dana.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kaltim mengikuti kegiatan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan secara nasional dengan sebanyak 800 ribu debitur, Selasa (21/10/2025).
Penggunaan dana KUR tersebut diharapkan nantinya sesuai dengan peruntukan, bukan untuk hal yang tidak sesuai dengan proposal bisnis yang diajukan debitur.
Sebagai informasi, pada hari ini pemerintah pusat melaksanakan kegiatan akad massal Kredit Usaha Rakyat sebanyak 800 ribu debitur, penciptaan lapangan kerja, dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) secara serentak yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia dari Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan ini secara serentak diikuti secara daring oleh kepala daerah provinsi di 38 provinsi seluruh Indonesia yang dimaksudkan untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM.
Baca juga: Pinjaman Modal Usaha KUR BRI 2025, Suku Bunga Mulai 3 Persen dan Cicilan Ringan Hingga 60 Bulan
Di Kalimantan Timur, kegiatan ini digelar di Pendopo Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan kepala daerah kabupaten/kota, jajaran pihak perbankan penyalur, dan ratusan pelaku usaha yang mendapatkan kredit KUR.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan setelah KUR bisa diakses, melalui program ini dapat meningkatkan performa atau produktivitas dari para debitur KUR.
"Produktivitas usaha mereka diharapkan meningkat, dan tidak terjadi penyimpangan peruntukan dari pemanfaatan pinjaman KUR," ujarnya.
Pinjaman harus digunakan sesuai dengan proposal yang diajukan ke perbankan karena pihak bank sudah melakukan evaluasi dan penilaian.
Kegiatan di Kalimantan Timur ini, dihadiri sekitar 400 pelaku usaha penerima KUR dari 9 lembaga penyalur, meliputi:
- Bank Kaltimtara;
- Bank BRI;
- Bank BNI;
- Bank Mandiri;
- Bank BSI;
- Bank BTN;
- Bank Bukopin;
- Bank BCA;
- dan Pegadaian.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kalimantan Timur dengan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dan beberapa pihak perbankan.
Hal ini tentu untuk nantinya melakukan pendampingan terhadap penggunaan dana KUR tersebut agar pemanfaatannya benar-benar untuk meningkatkan usaha.
Selain itu, pendampingan juga dilakukan untuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
Heni menyebut untuk penerima KUR yang ada di Kaltim datanya masih belum dilakukan pembaruan.
Baca juga: Tabel Pinjaman KUR BRI 2025 dari di Bawah Rp 1 Juta hingga Rp 100 Juta, Cara Mengajukan dan Syarat
Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk pembaruan data tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251021_Akad-Massal-KUR.jpg)