Senin, 13 April 2026

Banjir dan Longsor di Kota Samarinda

Demi Keluarga, Warga Samarinda Terobos Banjir dan Macet Sejauh 1 Kilometer

Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Rabu (22/10/2025) siang, menyebabkan sejumlah kawasan.

|
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
SAMARINDA BANJIR MACET - Sejumlah warga pengendara bermotor terjebak kemacetan di jalan DI Panjaitan Sungai Pinang hingga jalan Poros Samarinda Bontang, Samarinda Utara Kalimantan Timur, Rabu (22/10/2025). Hujan deras sekira 3 jam menyebabkan banjir dan kemacetan di sejumlah wilayah Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (22/10/2025) siang, menyebabkan sejumlah kawasan tergenang banjir.

Akibatnya, arus lalu-lintas di ruas Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, hingga ke poros Samarinda–Bontang di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, mengalami kemacetan panjang hingga lebih dari 1 kilometer.

Genangan air terjadi di beberapa titik rawan seperti kawasan Sungai Pinang, Lempake, hingga Mugirejo, membuat pengendara harus ekstra sabar dan hati-hati melintasi jalur tersebut.

 Di tengah antrean kendaraan dan derasnya hujan, seorang warga bernama Husnul, penduduk Gang Bugis, Kelurahan Mugirejo, tetap berusaha pulang ke rumah demi menemui keluarganya.

Baca juga: Pantauan Banjir dan Longsor Samarinda: Mahasiswa di Perpusda Kaltim Terjebak, Atap Rumah Terbang

Ia rela menitipkan motornya di sebuah warung di pinggir jalan, karena akses menuju rumahnya sedang dalam proses normalisasi drainase.

"Saya dari tempat kerja di Tanah Merah, mau pulang ke rumah di Gang Bugis. Tapi karena ada pengerjaan drainase sejak jam 1 siang, motor saya terpaksa saya titipkan. Baru bisa ambil sore ini," ujarnya.

Tak hanya berjuang melewati kemacetan, Husnul juga harus menerobos banjir yang merendam sejumlah titik, sambil menggendong anak balitanya.

"Saya tetap pulang karena ingin lihat keluarga di rumah. Di Kebon Agung Lempake air lumayan deras, ketinggiannya sampai semata kaki orang dewasa," katanya. 

"Di depan Puskesmas Samarinda Utara juga begitu. Tapi alhamdulillah, banjir sekarang lebih cepat surut dari beberapa tahun lalu," tuturnya.

BANJIR DI SAMARINDA - Hujan deras kembali menguji sistem drainase Samarinda. BPBD menilai peningkatan pengendalian banjir mulai terlihat, meski sejumlah kawasan masih tergenang akibat sumbatan dan sedimentasi, Rabu (22/10/2025). (HO/BPBD Samarinda)
BANJIR DI SAMARINDA - Hujan deras kembali menguji sistem drainase Samarinda. BPBD menilai peningkatan pengendalian banjir mulai terlihat, meski sejumlah kawasan masih tergenang akibat sumbatan dan sedimentasi, Rabu (22/10/2025). (HO/BPBD Samarinda) 

 

Harapan untuk Kota Bebas Banjir

Husnul menyampaikan harapannya agar banjir tak lagi menjadi langganan di Kota Samarinda, meskipun ia mengapresiasi upaya normalisasi drainase yang mulai menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir.

"Macet dan banjir ini memang menyulitkan. Tapi sekarang airnya lebih cepat surut. Semoga ke depan, Samarinda benar-benar bebas banjir," katanya sambil melanjutkan perjalanan pulang.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved