Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

7 Daerah di Kalimantan Timur yang Paling Banyak Mengalami Longsor Tahun 2024

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal luas sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, terutama batubara, minyak bumi, dan gas alam.

Tayang:
Grafis TribunKaltim.co/canva
LONGSOR - Ilustrasi bencana alam longsor, diolah di aplikasi Canva. Berikut daerah di Kaltim yang paling banyak mengalami bencana alam longsor menurut BPS (Grafis TribunKaltim.co/canva) 

TRIBUNKALTIM.CO - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal luas sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, terutama batubara, minyak bumi, dan gas alam.

Namun di balik gemerlap potensi ekonominya, provinsi ini juga memiliki kerentanan terhadap bencana alam, terutama tanah longsor dan banjir.

Letak geografis Kalimantan Timur yang didominasi oleh wilayah perbukitan, tanah gembur, dan daerah aliran sungai besar (DAS) menjadikan beberapa kabupaten dan kota rentan terhadap pergerakan tanah.

Selain itu, aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, pembangunan permukiman di lereng, dan penambangan terbuka turut memperbesar risiko longsor, terutama saat musim hujan.

Baca juga: Warga Dibayangi Rasa Ketakutan, Ancaman Longsor Menghantui Balikpapan

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Pendataan Potensi Desa (Podes) 2024 memberikan gambaran yang cukup komprehensif mengenai jumlah desa atau kelurahan yang terdampak berbagai jenis bencana alam di Kalimantan Timur.

Dari data tersebut, diketahui bahwa sebanyak 57 desa atau kelurahan di Kaltim mengalami bencana longsor sepanjang tahun 2024.

Bencana Alam di Kalimantan Timur Tahun 2024: Gambaran Umum

Sebelum menyoroti kasus longsor, menarik untuk melihat skala bencana alam di Kalimantan Timur secara keseluruhan pada tahun 2024. Berdasarkan data BPS:

Banjir terjadi di 263 desa/kelurahan, menjadikannya bencana paling sering terjadi.
Gempa bumi hanya terjadi di 2 desa, termasuk di wilayah Mahakam Ulu dan Paser.
Tanah longsor terjadi di 57 desa/kelurahan di seluruh provinsi.

Jika dibandingkan dengan jenis bencana lainnya, tanah longsor memang tidak sebanyak banjir, namun dampaknya sering kali lebih destruktif.

Longsor dapat menghancurkan infrastruktur, memutus jalur transportasi, serta menelan korban jiwa dalam waktu singkat.

Fenomena ini menjadi perhatian penting mengingat banyaknya wilayah di Kalimantan Timur yang memiliki topografi berbukit dengan struktur tanah yang mudah tererosi — kondisi ideal bagi terjadinya pergeseran tanah, terutama saat curah hujan tinggi.

Tanah longsor (landslide) adalah peristiwa perpindahan massa tanah atau batuan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah akibat terganggunya keseimbangan lereng.

Longsor dapat disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia.

Beberapa penyebab utama longsor di Kalimantan Timur antara lain:

Curah hujan tinggi – Air hujan yang meresap ke dalam tanah meningkatkan tekanan air pori, sehingga membuat lapisan tanah menjadi tidak stabil.
Kondisi tanah gembur – Wilayah Kaltim banyak memiliki tanah latosol dan podsolik merah kekuningan yang mudah tererosi.
Topografi bergelombang – Banyak kawasan berada di perbukitan dengan kemiringan lereng tajam.
Aktivitas penambangan terbuka dan pembukaan lahan – Menghilangkan vegetasi penahan air, sehingga tanah kehilangan kekuatan ikatan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved