Program Makan Bergizi Gratis
PPU Benahi Layanan Makan Bergizi Gratis, SPPG Satelit Segera Hadir di Desa Terpencil
PPU melakukan pembenahan besar pada layanan Program Makan Bergizi Gratis setelah menemukan sejumlah kekurangan di lapangan
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pembenahan menyeluruh pada layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal itu setelah menemukan sejumlah catatan penting di lapangan.
Salah satunya terkait ompreng yang tidak dilengkapi sendok, sehingga anak-anak setiap hari harus membawa peralatan makan dari rumah.
Selain itu, evaluasi juga menemukan bahwa menu untuk anak usia dini, masih disamakan dengan menu untuk kelompok usia yang lebih besar.
Padahal, kebutuhan dan kapasitas makan mereka berbeda.
Baca juga: MBG Buka Peluang Usaha Baru: Pedagang Sayur jadi Pemasok Tetap Dapur Gizi
“Menu untuk anak usia dini kami dapati porsinya sama dengan anak di atasnya. Itu tidak ideal. Karena itu kami komunikasikan dengan SPPG bagaimana menyiasati packing-nya agar lebih sesuai,” ujar Sekretaris Daerah PPU, Tohar, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak akan mengubah biaya maupun standar layanan.
Saat ini, SPPG yang ada telah menjangkau sekitar 7.250 anak di PPU.
Pemerintah daerah menargetkan perluasan jangkauan hingga 10 ribu anak dengan menambah unit pelayanan.
“Dalam beberapa hari ke depan akan ada SPPG satelit di desa-desa terpencil agar layanan ini bisa dirasakan lebih merata. Harapan kami, 35 unit SPPG bisa menjangkau sampai 10 ribu anak,” jelasnya.
Baca juga: 7 SPPG di Berau Sudah Beroperasi Salurkan Makan Bergizi Gratis, 3 Lokasi Menunggu Anggaran
Tohar menekankan, pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan nasional terkait pemenuhan gizi anak sekolah.
Karena itu, ia meminta seluruh mitra, termasuk BGN dan yayasan penyelenggara, menjaga kualitas layanan tanpa celah.
“Kita support penuh kebijakan nasional ini. BGN dan yayasan yang bermitra harus menjalankannya dengan baik, tanpa ada yang kurang,” pungkasnya. (*)
| MBG Perlu Evaluasi Total, Ekonom Serukan Moratorium, Desain Awal Tanpa Persiapan hingga Kacau Balau |
|
|---|
| INDEF Soroti Lemahnya Tata Kelola MBG, Anggaran Bocor 1 Persen, Potensi Kerugian Negara Rp 2,6 T |
|
|---|
| Mahfud MD: Kejagung Mesti Jelaskan Alasan Nanik S Deyang tak Diperiksa, Singgung soal Penyelamatan |
|
|---|
| Demokrat Tegaskan Agus Harimurti Yudhoyono tak Kenal Sony Sonjaya, AHY tak Pernah Komunikasi |
|
|---|
| Said Didu Kritik Purbaya yang sebut MBG dan Kopdes tak Bebani APBN, Minta Prabowo Ganti Menkeu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251127_MBG-di-PPU-SPPG.jpg)