Berita Kaltim Terkini
Hetifah Sjaifudian Bekali 100 Maba KIP-K Kaltim Tips Jitu Asah Berpikir Ilmiah
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan pembekalan penting kepada 100 mahasiswa baru penerima KIP-K Kaltim.
Penulis: Nevrianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Hetifah Sjaifudian membekali 100 mahasiswa penerima KIP-K Kaltim dengan tips mengasah kemampuan berpikir ilmiah dalam Workshop PKPRIM BRIN Kaltim.
- Hetifah menekankan pentingnya mempertanyakan informasi, berdiskusi, membaca jurnal, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkuat dasar riset.
- BRIDA Kaltim menyoroti rendahnya minat riset generasi muda dan menegaskan perlunya menumbuhkan daya pikir kritis sejak awal perkuliahan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan pembekalan berharga bagi 100 mahasiswa baru penerima KIP-Kuliah Aspirasi Hetifah Sjaifudian dari berbagai kampus di Kalimantan Timur.
Melalui sesi daring pada Workshop Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat (PKPRIM) BRIN RI, Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya melatih kemampuan berpikir ilmiah sejak awal memasuki dunia kampus.
Kegiatan yang digelar BRIDA Kalimantan Timur ini mengusung tema “Riset Dasar untuk Mahasiswa Baru: Cara Membuat Proposal, Studi Pustaka, dan Berpikir Ilmiah.”
Para peserta berasal dari berbagai kampus seperti Unmul, Polnes, Politani, UNU, Untag, UMKT, UWGM, STIH Awang Long, Stikes MM, dan Stikes Samarinda.
Baca juga: Dorong Transformasi Pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Ajak Guru Kuasai Teknologi AI
Dalam paparannya, Hetifah Sjaifudian menekankan bahwa kemampuan berpikir ilmiah berangkat dari kebiasaan mempertanyakan informasi.
"Selalu pertanyakan informasi, bukti, dan apakah ada sudut pandang lain. Tahan diri untuk tidak menerima begitu saja klaim yang ada. Berlatih mengajukan pertanyaan kritis seperti apa buktinya atau apakah ini fakta atau opini untuk memilah informasi yang valid," ungkap Hetifah Sjaifudian, baru-baru saja.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berdiskusi, mendengar opini berbeda, dan memberikan tanggapan objektif.
Menurutnya, ilmu pengetahuan bukan hanya berada di laboratorium, tapi lekat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian Dorong Aparatur dan Mahasiswa Kukar Kuasai Komunikasi Visual
"Dengarkan pendapat yang berbeda dan berikan tanggapan yang objektif dan konstruktif… Ini membantu Anda melihat koneksi antar konsep," jelasnya.
Selain itu, Hetifah Sjaifudian mengimbau mahasiswa untuk rajin membaca jurnal, artikel, dan buku ilmiah guna memperkuat dasar pengetahuan serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang efektif.
Hetifah Sjaifudian menilai tips tersebut penting mengingat Indonesia meski berhasil masuk Top 50 Global Innovation Index, masih memiliki tantangan besar di bidang riset.
Minimnya anggaran, kurangnya riset terapan, rendahnya kolaborasi lintas sektor, serta kecenderungan riset teoritis menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa riset harus mulai dipahami sejak menjadi mahasiswa baru.
Baca juga: Hetifah: Nyalakan Kembali Semangat Sumpah Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Bangsa
"Sebab dengan riset menambah wawasan dan pengetahuan, meningkatkan kepekaan terhadap masalah sosial dan ilmiah, melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis, hingga membuka peluang beasiswa, magang, dan kompetisi ilmiah," paparnya.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah menekankan bahwa generasi Z terlalu dimanjakan teknologi sehingga daya kritisnya menurun.
Pelatihan seperti ini dinilai penting untuk membangun cara berpikir ilmiah sejak dini.
"Yang paling penting adalah anak sekolah atau mahasiswa punya daya berpikir kritis. Maka dibangunlah pelatihan yang menumbuhkan jiwa berpikir kritis dan ilmiah," ujarnya.
BRIDA, kata Fitriansyah, bahkan menargetkan mencetak 1.000 hasil riset pelajar agar budaya riset semakin mengakar di Kalimantan Timur. (*)
| Peran 'Sniper' di Kampung Narkoba Samarinda, Pengawas 24 Jam Pembocor Komando Polisi |
|
|---|
| 6 Daerah dengan Kasus Kriminal Tertinggi di Kaltim, Ini Data Terbaru BPS |
|
|---|
| 3 Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Borong Prestasi di Kapolri Cup 2026 |
|
|---|
| Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Kaltimtara Sebut Sektor Ekspor Diuntungkan saat Rupiah Melemah |
|
|---|
| Bukan Penembak Jitu, Inilah Tugas 'Sniper' Buat Kampung Narkoba di Samarinda Sulit Ditembus Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251129_Ketua-Komisi-X-DPR-RI-Hetifah-Sjaifudian-memberikan-pembekalan-kepada-penerima-KIP-K.jpg)