Berita Mahulu Terkini
Upaya DLH Mahulu Lanjutkan Program Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Paving Block
Upaya DLH Mahulu lanjutkan program pengelolaan sampah plastik menjadi paving block. Langkah DLH Mahulu untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.
Penulis: Desy Filana | Editor: Amalia Husnul A
Ringkasan Berita:
- Pemkab Mahulu mengupayakan kesadaran masyarakat mengelola sampah salah satunya melalui program pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat.
- Salah satunya melalui program pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini dengan memberdayakan kelompok masyarakat
- Tahap awal program, DLH menggelar pelatihan yang diikuti sejumlah kelompok masyarakat
- Pelatihan ini akan dilanjutkan ke berbagai kampung lainnya dan tahapan penyediaan alat untuk dikelola kelompok masyarakat.
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengupayakan pengolahan sampah plastik menjadi paving block.
Ini merupakan bagian dari upaya DLH Mahulu untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi perhatian dari Pemkab Mahulu mengingat Mahakam Ulu merupakan daerah hulu Sungai Mahakam yang berarti memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian lingkungan.
Kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian masyarakat karena pencemaran di hulu akan berdampak pada wilayah hilir.
Baca juga: DLH Mahulu Gelar Pengelolaan Sampah Lewat Pelatihan Pembuatan Paving Block
Pernyataan ini disampaikan Asisten I Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, drg Agustinus Teguh Santoso, M.Adm., Kes saat membuka pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi paving block di Balai Pertemuan Umum Ujoh Bilang, Selasa (2/12/2025).
Melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pemkab Mahulu berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat.
drg Agustinus Teguh Santoso mengatakan dari pengamatannya, masih banyaknya kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai, terutama plastik, yang dapat menyebabkan pencemaran dan banjir.
Dari laporan kinerja yang diterima, ia mengetahui mulai satu tahun terakhir timbulan sampah di kabupaten Mahakam Ulu berhasil dikurangi sepertiganya oleh Dinas Lingkungan Hidup.
"Selama tahun 2024 diperkirakan timbulan sampah mencapai 6.888 ton, dan sebagian besar di antaranya adalah sampah plastik.
Dari jumlah tersebut, mampu diangkut Dinas Lingkungan Hidup sekitar 2.555 ton," ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Alasan Pengolahan Sampah Plastik menjadi Paving Block
Teknologi ini dinilai mampu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan timbulan sampah di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengolahan dilakukan dengan menjemur plastik, meleburkannya menggunakan tungku berbahan bakar kayu, lalu mencetaknya menjadi paving block atau suvenir.
Biaya pembuatan tungku cukup terjangkau, berkisar antara delapan hingga sembilan juta rupiah, pemerintah daerah juga berkomitmen menindaklanjuti pelatihan ini dengan pengadaan mesin dan cetakan di setiap kampung agar kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi semata.
| DPMK Mahakam Ulu Percepat Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Long Pahangai dan Long Apari |
|
|---|
| NGO dan Pemkab Mahulu Kolaborasi Dorong Pengakuan Masyarakat Adat |
|
|---|
| Plafon Rusak Disorot, Dinkes Mahulu Cari Celah Anggaran Demi Kebut Perbaikan Puskesmas |
|
|---|
| Bongkar Rahasia Kampung Lutan Mahulu yang Sukses Ternak 1.000 Ayam Petelur |
|
|---|
| Mahakam Ulu Siapkan Pembangunan RS Tipe C, Dinkes akan Kembali Akreditasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251202_Pelatihan-pembuatan-Paving-Block-menggunakan-alat-sederhana-di-Mahulu.jpg)