Minggu, 17 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Kisah Andy Are, Dari Wartawan Menapaki Dunia Hukum hingga Resmi Jadi Advokat

Andy Are telah diambil sumpah Advokat bersama 65 Advokat lainnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur

Tayang:
Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
HO Ady Are
KISAH INSPIRATIF- Andy Are resmi mengenakan toga kebanggaan advokat setelah ia resmi diambil sumpah advokat bersama 65 advokat lainnya di Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, Sabtu (13/12). Kisah inspiratif ini berangkat dari profesinya sebagai wartawan kini menjadi seorang advokat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dari dunia jurnalistik menuju profesi Advokat. Itulah perjalanan hidup yang kini resmi ditempuh Andy Ar Evrai J atau yang akrab disapa Andy Are, setelah mengikuti pengambilan sumpah Advokat bersama 65 Advokat lainnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur.

Di antara puluhan Advokat yang disumpah, sosok Andy Are mencuri perhatian. Pasalnya, ia memiliki latar belakang sebagai jurnalis media cetak dan online, serta aktif di dunia usaha, sebelum akhirnya memutuskan berkiprah di ranah hukum.

Kepada Tribunkaltim.co, Sabtu (13/12/2025), Andy Are menuturkan bahwa menjadi Advokat sebenarnya merupakan cita-cita lamanya. Keinginan itu bersemi sejak tahun 1992, saat ia membaca kisah Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat yang berlatar belakang seorang pengacara.

Baca juga: 13 Rekomendasi Restoran di Balikpapan untuk Rayakan Ulang Tahun

“Waktu itu saya membaca berita tentang Bill Clinton. Dari situ saya terinspirasi dan tergerak untuk suatu hari berkecimpung di dunia hukum,” ujarnya.

Namun, impian tersebut sempat tertunda cukup lama karena berbagai keterbatasan. Andy Are akhirnya baru bisa mewujudkan niatnya untuk kuliah hukum pada tahun 2019, saat Universitas Mulia Balikpapan membuka Program Studi Hukum.

Selama empat tahun menempuh pendidikan Sarjana Hukum, semangat Andy Are untuk menjadi Advokat kembali menyala.

Usai meraih gelar S1 Hukum, ia langsung melanjutkan dengan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan menjalani masa magang di kantor Advokat senior.

Proses panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Andy Are dinyatakan lulus dan resmi diambil sumpahnya sebagai Advokat di bawah naungan PERADI SAI.

Ia mengaku, pengalamannya sebagai wartawan justru semakin menguatkan niatnya terjun ke dunia hukum. Salah satu momen yang membekas adalah ketika melihat rekan seprofesinya tersandung masalah hukum tanpa pendampingan yang memadai.

“Saya pernah melihat teman wartawan menghadapi persoalan hukum dan tidak mendapat pendampingan. Dari situ saya berniat, suatu saat kalau saya menjadi Advokat, saya ingin membantu rekan-rekan wartawan,” tuturnya.

Tak berhenti sampai di situ, Andy Are terus memperdalam kompetensi hukumnya. Ia sempat menempuh pendidikan Hukum Bisnis di Portman College Malaysia, dan saat ini tengah melanjutkan studi Magister Hukum Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Jakarta.

Menurut Andy Are, dunia jurnalistik dan dunia Advokat memiliki banyak kesamaan. Keduanya menuntut kemampuan mengikuti perkembangan informasi, pemahaman yang terus diperbarui, serta kecakapan dalam menulis.

“Masalah hukum terus berkembang. Kalau tidak belajar, kita akan tertinggal. Advokat juga harus mampu menulis dengan baik, menyusun narasi dan argumentasi hukum saat membela klien. Di sini latar belakang wartawan sangat membantu,” pungkasnya.

Dengan bekal pengalaman media dan pendidikan hukum yang terus diasah, Andy Are kini siap mengabdikan diri sebagai Advokat, sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakatkhususnya insan pers dalam memperoleh keadilan hukum.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved