Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan
Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan Terancam Imbas Pemotongan TKD
Rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, terancam tertunda menyusul adanya pemotongan dana transfer ke daerah.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan terancam tertunda akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
- DPRD Balikpapan menilai revitalisasi penting untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional yang menjadi ikon ekonomi dan pariwisata.
- Rencana pembangunan dua lantai beserta fasilitas pendukung masih menunggu kejelasan anggaran melalui APBD Perubahan 2025 dan DED 2026.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, terancam tertunda menyusul adanya pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Kondisi ini membuat pembenahan pasar tradisional yang menjadi ikon oleh-oleh Kalimantan Timur tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Penundaan revitalisasi dikhawatirkan berdampak pada daya saing Pasar Inpres di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern di Kota Balikpapan.
Padahal, pasar tersebut memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor ekonomi rakyat sekaligus mendukung pariwisata daerah.
Baca juga: Pemkot Balikpapan Bakal Bangun Ulang Pasar Inpres Kebun Sayur, Pedagang Ingin Bertahap
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Baharuddin Daeng Lala, menilai revitalisasi Pasar Inpres sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pasar tradisional.
Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan agar wajah pasar lebih modern dan tertata.
“Pasar Inpres ini menjadi salah satu wajah kota, sudah dikenal hingga mancanegara. Banyak pelancong datang untuk mencari oleh-oleh,” ujar Baharuddin, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, revitalisasi tidak semata menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.
Baca juga: DPRD Balikpapan Dorong Penyusunan DED Revitalisasi Pasar Inpres Meski Anggaran TKD Dipangkas
Dengan fasilitas yang memadai, transaksi di pasar diyakini dapat meningkat.
“Untuk itu penting sekali dilakukan revitalisasi agar lebih tertata, karena fasilitas yang mendukung dapat meningkatkan transaksi pengunjung,” pungkasnya.
Diketahui, rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan pedagang.
Para pelaku usaha direncanakan dilibatkan dalam penyusunan detail engineering design (DED) hingga perencanaan pembangunan fisik.
Baca juga: Rp45 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Inpres, Pedagang Balikpapan Dilibatkan untuk Potensi Wisata
Berdasarkan rencana awal, Pasar Inpres Kebun Sayur akan dibangun menjadi dua lantai dengan berbagai fasilitas pendukung.
Penyusunan masterplan direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2025, sementara proses kajian dan penyusunan DED dijadwalkan pada 2026.
Namun, dengan adanya pemotongan TKD, agenda revitalisasi tersebut berpotensi mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan.
Pemerintah daerah diharapkan tetap mencari solusi agar pembenahan pasar tradisional dapat direalisasikan demi menjaga denyut ekonomi rakyat dan citra pariwisata Balikpapan. (*)
| 6 Fakta Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, Etalase Budaya Sekaligus Ikon Wisata Baru |
|
|---|
| Rp45 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Inpres, Pedagang Balikpapan Dilibatkan untuk Potensi Wisata |
|
|---|
| Pemkot Balikpapan Bakal Bangun Ulang Pasar Inpres Kebun Sayur, Pedagang Ingin Bertahap |
|
|---|
| Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan, DPRD Minta Pedagang tak Resah kehilangan kios |
|
|---|
| Rencana Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan, DPRD Upayakan Pedagang tak Dirugikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250908_Pemkot-Balikpapan-kucurkan-Rp15-M-untuk-revitalisasi-pasar-inpres.jpg)