Berita Kaltim Terkini

POPULER KALTIM: KUHP dan KUHAP Baru Disorot, Sejarah Kaltim, dan Kemenangan Borneo FC

Tiga artikel mengenai peristiwa terkini di Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga Minggu (4/1/2026).

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
POPULER KALTIM: KUHP dan KUHAP Baru Disorot, Sejarah Kaltim, dan Kemenangan Borneo FC - 20251227_peta-kaltim.jpg
Wikipedia.org
SEJARAH KALTIM - Peta Administrasi Provinsi Kalimantan Timur. Berikut daerah di Kalimantan Timur yang paling banyak memiliki pulau
POPULER KALTIM: KUHP dan KUHAP Baru Disorot, Sejarah Kaltim, dan Kemenangan Borneo FC - 20250104-Sultan-Akbar-Fahlevi.jpg
TRIBUN KALTIM/Dwi Ardianto
KUHP BARU -  Sultan Akbar Fahlevi, praktisi hukum sekaligus pegiat advokasi (baju biru) saat mendampingi klien-kliennya.Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, dinilai membawa pembaruan dalam sistem hukum nasional. (TRIBUNKALTIM.CO/DWIARDIANTO)
POPULER KALTIM: KUHP dan KUHAP Baru Disorot, Sejarah Kaltim, dan Kemenangan Borneo FC - 20260104_Borneo-FC-6.jpg
HO/Borneo FC Samarinda
TENSI PANAS - Borneo FC berhasil membalikkan keadaan dalam laga melawan PSM Makassar, pada pekan ke-16 BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kaltim, Sabtu (3/1/2026). (HO/Borneo FC)

Ringkasan Berita:
  • Sejarah singkat terbentuknya Kalimantan Timur, batas dan luas wilayah.
  • ‎Praktisi hukum soroti pasal di KUHP dan KUHAP baru, Sultan Akbar: Berpotensi ketidakpastian hukum.
  • Hasil Borneo FC vs PSM di Super League, Brace Joel Vinicius bikin Pesut Etam menang comeback.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Minggu (4/1/2026).

Berikut tiga berita paling populer di Kaltim: 

1. Sejarah Singkat Terbentuknya Kalimantan Timur, Batas dan Luas Wilayah

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur yang diperingati setiap 9 Januari, perhatian publik kembali tertuju pada perjalanan panjang daerah ini sejak masa kerajaan hingga menjadi salah satu provinsi strategis di Indonesia.

Momentum HUT ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga pengingat sejarah terbentuknya Kalimantan Timur sebagai wilaya

Baca juga: POPULER KALTIM: Nasib Pemodal Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto dan Fakta Baru Pantai Manggar

Kalimantan Timur memiliki latar belakang sejarah yang kompleks dan panjang.

Selain sejarah administratifnya, Kalimantan Timur juga dikenal sebagai provinsi dengan wilayah yang luas, sumber daya alam melimpah, serta karakter geografis yang beragam. 

Simak selengkapnya sejarah Kalimantan Timur lengkap batas dan luas wilayah:

Sejarah Kalimantan Timur

Dikutip dari Kaltimprov.go.id, Kalimantan Timur awalnya jarang dihuni dan sebelumnya memiliki beberapa kerajaan. 

Pada abad ke-17, Kesultanan Makassar berdagang di sana, dan pada 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan wilayah tersebut kepada VOC Belanda.

Sejak Provinsi Kalimantan Timur dibentuk pada 1956, wilayah ini telah mengalami pemekaran dan perubahan administratif. Pada 2012, provinsi ini dimekarkan lagi menjadi Provinsi Kalimantan Utara.
 
Sebelum kedatangan suku-suku dari Sarawak dan pendatang dari luar pulau, Kalimantan Timur memiliki beberapa kerajaan seperti Kerajaan Kutai, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir, dan Kesultanan Bulungan.

Wilayah ini juga merupakan bagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar sejak zaman Hindu menurut Hikayat Banjar.

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kalimantan Timur (Pasir, Kutai, Berau, Karasikan) merupakan sebagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar, bahkan sejak jaman Hindu.

Dalam Hikayat Banjar menyebutkan bahwa pada paruh pertama abad ke-17 Sultan Makassar meminjam tanah sebagai tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar pada waktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang, yaitu Sultan Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa tahun 1638-1654 yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo), dengan demikian mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved